Hari Keluarga Nasional untuk Generasi Cerdas Berkarakter

Hari Keluarga Nasional untuk Generasi Cerdas Berkarakter
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (antara)



INILAH, Bandung - Hari Keluarga Nasional menjadi titik bangkit untuk membentuk generasi cerdas berkarakter dengan bersama-sama menciptakan keluarga aman, sehat dan kondusif untuk ketahanan keluarga Indonesia.

"Keluarga adalah awal wahana kehidupan. Tempat lahirnya generasi penerus bangsa. Tempat di mana nilai-nilai diri tertanam membentuk generasi cerdas dan berkarakter. Keluarga merupakan pilar utama membangun bangsa," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam pesannya pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28 yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara hibrid di Kota Bogor diakses dari Jakarta, Selasa.

Dari keluarga, ujar Muhadjir, kehidupan berbangsa bisa berkembang dan maju, menjadikan bangsa yang tangguh dan berketahanan. Bangsa yang mandiri dan berdaya saing.


"Mari jadikan Hari Keluarga Nasional titik bangkit bersama menciptakan keluarga yang aman, sehat dan kondusif untuk ketahanan keluarga Indonesia," ujar dia.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada kesempatan yang sama mengatakan tentunya setiap keluarga selalu ingin memberikan yang terbaik untuk putra putrinya. Oleh karena itu keluarga tidak ragu memberikan apapun untuk pendidikan dan kesejahteraan mereka.

"Mari selalu memberikan harapan ke penerus bangsa untuk memberikan semangat mendapatkan hidup berkualitas untuk masa depan," ujar dia pada peringatan Hari Keluarga Nasional yang jatuh setiap tanggal 29 Juni tersebut.

Saat ini, Hasto mengatakan selain dihadapkan dengan pandemi Covid-19 maka keluarga juga dihadapkan dengan masalah anak stunting. Risiko itu tidak hanya menjadi ancaman fisik dan kecerdasan anak, tetapi juga mempengaruhi masa depan terkait kesehatan dan produktivitas mereka.

Oleh karena itu, risiko tersebut harus dan bisa dicegah sejak awal, agar setiap anak dapat tumbuh sehat. Ia menegaskan, keluarga merupakan lingkungan pertama untuk tumbuh kembang generasi bangsa.

"Ingat ibu, bapak, keluarga garda terdepan memberikan apa saja termasuk mencegah stunting. Salah satu cara mudah dan murah dengan menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan hidup sehat, penuhi gizi seimbang, kesehatan dan pola asuh penting jadi perhatian," kata Hasto. (antara)