DPRD Cirebon: Yang Ditakuti Imron Itu Apa Sih?

DPRD Cirebon: Yang Ditakuti Imron Itu Apa Sih?



INILAH, Cirebon - Pernyataan Bupati Cirebon, Imron yang menyebutkan draf mutasi diatur pihak luar, berbuntut panjang. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Junaedi malah meminta supaya Imron mengundurkan diri jadi Bupati.

Dia punya alasan sendiri atas pernyataannya. Sebagai pembina kepegawaian harusnya hal itu tidak dibiarkan. Imron harus cepat mengambil tindakan karena sudah menyalahi aturan.

"Bupati sudah kadung membuat pernyataan, bahwa draf mutasi diatur oleh pihak luar. Ini kan miris sekali. Seorang bupati malah membuka komentar dipublik, tanpa ada kemauan mengambil tindakan. Ya mundur saja jadi bupati karena akan membuat malu diri sendiri," kata Junaedi, Selasa (29/6/2021).


Santernya pemberitaan dihampir semua media ungkapnya, malah membuat Imron justru tidak dihargai sebagai bupati. Padahal, dia mempunyai kekuasaan penuh untuk bisa mengatur mutasi, yang tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Justru dengan pernyataan tersebut, membuktikan Imron tidak berdaya.

"Jangan hanya berani bicara di media saja. Buktikan dengan tindakan nyata. Imron harus berani mengambil langkah tegas, karena memang dia bupatinya. Tapi kenapa hanya berani bicara di media saja," jelas Junaedi.

Secara pribadi, Junaedi mengaku kasian dengan kondisi Imron yang seperti tidak bisa lepas dari tekanan pihak luar. Padahal, Imron termasuk pribadi yang baik dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Namun ketidak tegasanlah yang membuat Imron seperti tidak mampu bertindak, layaknya seorang bupati.

"Jujur saya ini mangkel, jengkel, sekaligus marah dengan sikap Imron yang seperti ini. Padahal secara pribadi, dia itu orangnya baik. Ini sudah waktunya bersikap tegas. Terus, yang ditakutin sama Imron itu apa sih," ucap Junaedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Imron tiba-tiba memperlihatkan draf mutasi eselon 3 dan 4 kepada wartawan. Menurutnya, draf mutasi tersebut merupakan hasil dari laporan pihak luar, diluar konteks Baperjakat.

Sontak saja, langkah bupati tersebut membuat berbagai macam opini. Dugaan Imron yang selama ini status Bupatinya hanya sebagai "boneka", semakin tercium publik. Munculnya komentar Imron bahwa draf mutasi hasil campur tangan pihak luar, semakin memperjelas bahwa Imron memang tidak bisa mengambil keputusan. (maman suharman)