Vaksinasi Massal Covid 19 di Kabupaten Bogor Ditunda, Ternyata Ini Alasannya

Vaksinasi Massal Covid 19 di Kabupaten Bogor Ditunda,  Ternyata Ini Alasannya
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor- Vaksinasi massal Covid 19 yang kerap dilaksanakan di Gedung Tegar Beriman dan Stadion Pakansari ditunda selama seminggu kedepan, hal itu dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona (Covid 19).

"Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) banyak yang work from home (WFH) karena adanya klaster penyebaran wabah Covid 19 di lingkup perkantoran Pemkab Bogor, hingga demi menghindari kerumunan masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19, kami pun menunda vaksinasi massal Covid 19," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dedi Syarif kepada wartawan, Selasa, (29/6).

Pria asli Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor ini menambahkan karena vaksinasi massal Covid 19 ditunda dahulu, maka pihaknya lebig memaksimalkan vakdinasi Covid 19 di 101 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).


"Vaksinasi Covid 19 lebih dimaksimalkan di 101 Puskesmas di 40 kecamatan, jumlah kuota Vaksin Sinovac di Puskesmas-Puskesmas tersebut kamu tambah dari kuota biasanya," tambahnya.


Dedi menuturkan dari jumlah stock Vaksin Sinovac sebanyak 50 ribu dosis, saat ini jumlahnya tinggal 15.720 dosis hingga Pemkan Bogor pun sudah mengajukan tambahan vaksin tersebut ke Kementerian Kesehatan.


"Pemkab Bogor sudah mengajukan vaksin Covid 19 tambahan ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) atau Kementerian Kesehatan, untuk target vaksinasi kita menargetkan 1,2 juta jiwa penduduk dari total banyak masyarakat sekitar 6 juta jiwa," tutur Dedi.

Bupati Bogor Ade Yasin memaparkan walaupun jumlah Vaksin Sinovac kuotanya menipis  vaksinasi Covid 19 tetap dilangsungkan di Puskesmas maupun rumah sakit,

"Dengan divaksin Covid 19, masyarakat yang terpapar wabah Covid 19 tidak akan terlalu parah kondisinya jika dibandingkan masyarakat yang belum divaksin, hingga mereka cukup menjalani isolasi mandiri selama beberapa waktu saja," papar Ade.

Politisi PPP ini melanjutkan untuk tingkat Bed Occupansi Rate (BOR) atau tingkat keterisian ranjang untuk pasien Covid 19, masih diatas 80 persen, baik itu di empat RSUD maupun 29 rumah sakit swasta lainnya.

"Hingga saat ini penyebaran wabah Covid 19 masih cenderungmeningkat, masyarakat kami himbau untuk waspada dan ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19, selain itu tetap melakukan lima saja yang terdiri dari lima aksi nyata yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meningkatkan daya tahun tubuh dengan aktivitas olahraga, istirahat yang cukup dan memakan makanan yang bergizi seimbang," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)