Sebanyak 2.000 Orang Ikuti Vaksinasi Massal di Masjid Salman ITB

Sebanyak 2.000 Orang Ikuti Vaksinasi Massal di Masjid Salman ITB
istimewa



INILAH, Bandung - Sebanyak 2000 orang mengikuti vaksinasi Covid-19 secara masal di Masjid Salman ITB, pada (26-27/6/2021) lalu. Kegiatan ini dilakukan oleh Yayasan Pembina Masjid Salman ITB melalui Wakaf Salman dan Rumah Amal Salman, bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung, HIPMI Jawa Barat, dan para pihak lainnya.

Acara ini merupakan bagian dari program Donasi Kesehatan Terpadu (Dokter) dari YPM Salman ITB, yang bertujuan untuk memberikan bantuan berupa layanan kesehatan bagi masyarakat selama masa pandemi.

Vaksinasi Covid-19 ini adalah tindak lanjut dari kontribusi Masjid Salman ITB lainnya selama pandemi, baik untuk tenaga kesehatan maupun masyarakat umum, mulai dari penyaluran APD, masker, disinfektan, hingga alat kesehatan ventilator Vent-I sebagai alat penunjang perawatan pasien Covid-19.

Ketua Umum Pengurus YPM Salman ITB, Suwarno, mengatakan kegiatan vaksinasi massal Masjid Salman ITB ini diperuntukkan untuk masyarakat umum, mulai dari usia produktif hingga lansia. Secara khusus, vaksinasi ini juga ditujukan untuk para petugas rumah ibadah lintas agama karena mereka menjadi pengelola dari tempat publik yang rentan menjadi titik penyebaran virus.

“Secara khusus, vaksinasi ini juga ditujukan untuk para petugas rumah ibadah karena mereka menjadi pengelola dari tempat publik yang rentan menjadi titik penyebaran virus," ujar Suwarno, Selasa (29/6/2021).

Selain itu Penanggung Jawab Teknis (PJT) Vaksinasi Salman ITB, Mbak Jim menambahkan, HIPMI Jawa Barat selaku organisasi yang menaungi para pengusaha di Jawa Barat turut serta berkontribusi aktif dalam kegiatan vaksinasi ini untuk membantu percepatan pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity), khususnya untuk para pelaku usaha sebagai penggerak roda ekonomi kecil dan menengah.

"Seluruh peserta vaksinasi yang telah terdaftar mengikuti berbagai tahapan proses vaksinasi sesuai prosedur layanan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, mulai dari tahap screening kesehatan, penyuntikan vaksin, sampai observasi pasca-vaksinasi," kata Mbak Jim.

Dia menambahkan, selain bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung, acara vaksinasi ini juga terselenggara berkat dukungan banyak pihak dari berbagai komunitas, mulai dari Ikatan Alumni ITB, Dekade 90-an, HIPMI Jawa Barat, Dewan Masjid Indonesia, D/JOOM, dan Jabar Quick Response yang tidak hanya menyumbang dalam bentuk materiil, namun juga ikut memberikan kontribusi tenaga dalam bentuk relawan medis maupun non medis.

Sementara untuk tenaga kesehatan berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) dan Poltekkes Kota Bandung, serta instansi kesehatan lainnya baik dari swasta maupun pemerintah ikut terlibat dalam penyelenggaraan vaksinasi Masjid Salman ITB ini. Total lebih dari 50 nakes yang terdiri atas dokter, perawat dan bidan dikerahkan untuk kelancaran jalannya kegiatan vaksinasi ini.

Protokol kesehatan ketat diterapkan selama acara vaksinasi, mulai dari petugas medis dengan APD lengkap hingga penyediaan hand sanitizer di tiap pos. Untuk menghindari adanya kerumunan pada saat acara, pihak Masjid Salman selaku penyelenggara akan bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Coblong dan Satgas Covid-19 Kecamatan Coblong untuk memastikan bahwa kegiatan vaksinasi ini berjalan secara lancar tanpa ada kerumunan besar.

"Kami berharap para peserta vaksinasi juga ikut turut membantu gerakan #SalingJaga dengan ikut berdonasi yang nantinya hasil donasi tersebut akan digunakan untuk membantu masyarakat. Anda juga dapat mengikuti perkembangan informasi mengenai YPM Salman ITB, Rumah Amal Salman, dan Wakaf Salman serta berdonasi di manapun dan kapanpun, dengan mengikuti kami di laman Instagram @salman.itb, @rumahamalsalman, @wakafsalman.itb ataupun menghubungi Call Center 0811-2411-444 atau 0812-1815-7908," pungkasnya.

Sebagai catatan, Masjid Salman ITB, sebagai masjid kampus pertama di Indonesia dan salah satu masjid terbesar di Kota Bandung menjadi masjid pertama yang mengadakan acara vaksinasi secara massal. (Okky Adiana)