Inilah Manfaat SWDKLLJ saat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Inilah Manfaat SWDKLLJ saat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor
istimewa



INILAH, Bandung - Bagi pengendara dan pengemudi kendaraan bermotor tentu tak asing melihat tulisan SWDKLLJ yang biasa tertera di lembar pajak atau surat ketetapan pajak daerah. Tulisan SWDKLLJ ada di balik lembar STNK yang selalu dibayar pemilik kendaraan bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) setiap tahunnya di Kantor Samsat.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Subang (Samsat Subang) Lovita AR mengatakan, SWDKLLJ merupakan singkatan dari sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan. Dana tersebut diakuinya memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi pengguna jalan khususnya pengguna kendaraan bermotor. 

"SWDKLLJ fungsi utamanya sebagai jaminan atau asuransi untuk pengendara yang mengalami kecelakaan lalu lintas. SWDKLLJ merupakan bentuk perlindungan dasar dari negara untuk masyarakat melalui dua program asuransi sosial dari PT Jasa Raharja. Dengan membayarkan biaya SWDKLLJ, maka setiap pemilik kendaraan akan secara otomatis tercatat sebagai penerima premi asuransi saat mengalami kecelakaan lalu lintas," kata Lovita dalam rilis resmi yang diterima, Senin (28/6/2021). 


Dia menjelaskan, biaya SWDKLLJ yang ditetapkan sebesar Rp35 ribu untuk kendaran roda 2 dan 3. Sedangkan, untuk kendaraan roda 4 pribadi itu dikenai Rp143 ribu. 

"Dengan manfaatnya yang terbilang penting itu, maka para pemilik kendaraan sebaiknya jangan sampai terlambat dalam melakukan pembayaran SWDKLLJ," tutur Lovita.

Sementara itu, Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja untuk Purwakarta dan Subang Anung Sigit Priyono menuturkan seseorang berhak mendapatkan santunan SWDKLLJ apabila seseorang yang berada di luar angkutan lalu lintas jalan menjadi korban kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu lintas jalan, serta setiap orang yang berada di dalam suatu kendaraan bermotor dan ditabrak yang mana pengemudi kendaraan bermotor sebagai penyebab kecelakaan, termasuk dalam hal ini para penumpang kendaraan bermotor dan sepeda motor pribadi. 

"Dengan membayar SWDKLLJ, maka secara otomatis tercatat dalam program asuransi yang dikelola PT Jasa Raharja. Dengan kata lain, pemilik kendaraan telah mengalihkan kerugian yang di timbulkan pihak ketiga kepada Jasa Raharja. Sederhananya, apabila terjadi kecelakaan karena ditabrak maka akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja," ujar Anung.

Dia mengatakan, adapun besaran tarif SWDKLLJ yang harus dibayarkan bersamaan dengan PKB di Kantor Samsat setiap tahunnya berbeda-beda, tergantung dari golongan kendaraannya. 

“Oleh karena itu, jika mengetahui atau mengalami kecelakaan lalu lintas, cukup laporkan kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, kami yang bekerja. Santunan ahli waris dari korban yang meninggal dunia sebesar Rp50 juta, santunan diberikan juga untuk korban yang cacat tetap, dan santunan bagi korban yang memerlukan perawatan," tandasnya. 

Namun, Anung menyebutkan tidak semua jenis kecelakaan lalu lintas bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Pemberian santunan kecelakaan hanya bisa diberikan manakala kecelakaan tersebut melibatkan lebih dari 1 pihak.

"Bila kecelakaan tunggal kami tolak, tapi kalau tabrakan dua buah kendaraan kami jamin, asal ada laporan kepolisian tadi bukti dasar kami laporan di kepolisian," ujarnya. 

Secara umum, Anung menuturkan Jasa Raharja Perwakilan Purwakarta Subang pada Januari-Mei 2021 total SWDKLLJ yang diterima sebesar Rp10,535 miliar. Dari total pemasukan itu telah disalurkan sebesar Rp10,520 miliar atau hampir seratus persen. (*)