Pengembang Perumahan ATH Dago Diduga Gelapkan Uang Konsumen

Pengembang Perumahan ATH Dago Diduga Gelapkan Uang Konsumen
Foto: Dani R Nugraha



INILAH, Bandung - Sebuah perusahaan pengembang perumahan yang berdomisii di Mekarwangi Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga melakukan penggelapan dan penipuan terhadap konsumennya. 

Pengembang perumahan berinisial ATH yang berlokasi di Dago tersebut tak memenuhi kewajibannya sehingga mengakibatkan kerugian konsumennya.

Salah seorang konsumen perumahan ATH Dago Aryo Efendi, melalui kuasa hukumnya Antoni Bangun mengatakan kliennya telah menunaikan kewajibannya sebagai konsumen yang bersepakat untuk membeli salah satu rumah di ATH Dago. 


Selama ini, Aryo dan konsumen lainnya telah menunaikan kewajibannya dengan mencicil angsuran sebesar kurang lebih Rp13 jutaan per bulan. Kemudian, pengembang berjanji akan melakukan serah terima rumah kepada konsumen pada Februari 2021.

"Klien saya ini sudah menyetorkan uang kepada perusahaan tersebut sekitar Rp451 juta dari total harga rumah sekitar Rp1 miliaran. Tapi kenyataannya di lapangan jangankan ada rumah, fondasi rumah atau ada satu pacul saja itu tidak ada. Sebenarnya, konsumen lainnya juga mengalami hal yang sama cuma mungkin karena kesibukan lainnya mereka tidak melakukan gugatan seperti klien saya," kata Antoni di Pengadilan Negeri Bale Bandung di Baleendah, Senin (28/6/2021).

Sebelum melayangkan gugatan ke pengadilan, kata Antoni, pihaknya telah beberapa kali menanyakan masalah tersebut kepada pihak pengembang. Bahkan sempat melayangkan somasi. 

Namun sayangnya, tak pernah ditanggapi. Adapun alasannya, mereka berkilah pembangunan perumahan terkendala akibat adanya pandemi Covid-19.

"Alasannya sangat mengada-ada. Ini cuma modus menghimpun dana dari masyarakat. Sekarang ini kami baru melayangkan gugatan perdata, tapi kami juga melihat ini ada unsur pidana penggelapan dan penipuan kepada konsumen. Karena hasil dari sidak lapangan pengadilan pun sama sekali tidak ada pekerjaan apa-apa, itu artinya ada upaya mengelabui konsumennya," ujarnya. 

Antoni melanjutkan, persidangan perkara tersebut telah berjalan 21 kali. Saat ini telah memasuki tahap pemeriksaan saksi dari pihak tergugat. Namun sayangnya, pihak tergugat tidak hadir sehingga sidang diundur pekan depan.

"Sebenarnya keinginan klien saya ini sederhana saja. Kembalikan saja uang klien saya sebesar kurang lebih Rp451 juta. Karena mereka telah mengingkari perjanjiannya yakni akan menyerahkan rumah kepada klien saya pada Februari 2021 lalu," katanya. (Dani R Nugraha)