Tidak Ikut Menyusun, Bupati Buka Ajuan Draf Mutasi Pejabat

Tidak Ikut Menyusun, Bupati Buka Ajuan Draf Mutasi Pejabat
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Entah apa maksudnya, Bupati Cirebon Imron tiba-tiba memanggil belasan wartawan yang biasa meliput di lingkungan Pemkab Cirebon. 

Di ruangannya, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu tiba-tiba memperlihatkan draf mutasi eselon 3 dan 4 kepada wartawan. Menurutnya, draf mutasi tersebut merupakan hasil dari laporan pihak luar, di luar konteks Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

"Silakan lihat. Ini draf mutasi yang akan dikirim ke Baperjakat dari pihak luar. Saya sendiri tidak tahu bisa sampai begini," ungkap Imron, Senin (28/6/2021).


Dia malah mempersilakan, siapa pun masyarakat yang akan mengajukan nama-nama yang dianggap layak, bisa mengajukan ke orang yang membuat draf mutasi tersebut. Bupati memastikan, dirinya sama sekali tidak pernah mengajukan nama-nama yang tertera dalam draf tersebut.

"Kalau kalian punya calon pejabat yang akan diajukan. Berikan datanya pada orang yang memberikan data ini pada saya. Ini kan lucu, saya saja tidak ikut nyusun kenapa orang luar malah memberikan draf ini," ungkapnya.

Disinggung mengenai perasaan sebagai bupati yang tidak dilibatkan menyusun draf mutasi, Imron mengaku tidak masalah. Menurutnya, draf tersebut akan dibawa ke Baperjakat untuk dirapatkan. Imron menyebutkan, akan melihat sampai sejauh mana hasil finalnya.

"Makanya, buruan kalau kalian punya calon, segera ajukan sekarang ke orang yang bawa draf ke saya. Besok sudah tidak ada waktu lagi," candanya.

Sebelumnya, mutasi beberapa waktu lalu meninggalkan polemik yang luar biasa. Dugaan tidak dilibatkannya bupati saat mutasi itu semakin mendekati kenyataan. 

Diberikannya draf mutasi kepada wartawan itu semakin menegaskan bahwa Imron ingin meyakinkan pada mutasi kali ini pun sebagai penguasa yang dapat legitimasi justru tidak dilibatkan. 

Berhembus isu di luar, mutasi kabarnya masih dikendalikan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi yang saat ini mendekam di LP Sukamiskin akibat kasus gratifikasi. Isu tersebut sudah menjadi rahasia umum dan sudah menjadi perbincangan di tataran grassroot. (Maman Suharman)