Tak Pandang Bulu! 1953 Bocah di Garut Terpapar Covid-19, Bahkan 5 Meninggal

Tak Pandang Bulu! 1953 Bocah di Garut Terpapar Covid-19, Bahkan 5 Meninggal
Ilustrasi/Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus merajalela. Penyakit disebabkan virus SARS-COV2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2) itu menyerang siapa saja, mulai bayi baru lahir hingga lansia di berbagai kesempatan dan tempat. Ratusan orang pun meninggal dunia terpapar Covid-19 tersebut. 

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, hingga 26 Juni 2021, dari akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 16.880 orang, sebanyak 1.953 orang (11,56 persen) di antaranya anak-anak. Mereka didominasi perempuan, mencapai sebanyak 1.006 orang. Sedangkan laki-lakinya mencapai sebanyak 947 orang. 

Pengertian anak anak sendiri merujuk Undang Undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Peradilan anak sesuai pasal 1 ayat (2), tercantum "Anak adalah orang dalam perkara anak nakal yang telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun (delapan belas) tahun dan belum pernah menikah". Sedangkan berdasarkan Undang Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dikatakan "Anak adalah seseorang belum berusia 18 tahun dan bahkan masih dalam kandungan.".


Dari sebanyak 1.953 anak anak positif Covid-19 itu, sebanyak 432 orang (22,11 persen) di antaranya dari kalangan anak berusia lima tahun ke bawah (balita). Mereka terdiri 206 balita perempuan dan 226 balita laki-laki. 

Sekitar 0,25 persen, atau tepatnya sebanyak lima dari akumulasi anak terpapar Covid-19 sebanyak 1.953 orang itu tercatat meninggal dunia, terdiri atas empat perempuan dan satu laki-laki. Kelima anak tersebut yakni erempuan (KC-4589) usia 16 tahun dari Kecamatan Garut Kota, laki-laki (KC-8947) usia 12 tahun dari Kecamatan Cisompet, perempuan (KC-9242) usia 13 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan (KC-12008) usia tiga tahun dari Kecamatan Sukaresmi, dan perempuan (KC-15990) usia lima tahun dari Kecamatan Kersamanah. 

Akumulasi pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Garut sendiri mencapai sebanyak 696 orang. 

Dengan demikian, persentase kematian anak anak terpapar Covid-19 dari total pasien meninggal terpapar Covid-19 di Garut mencapai sekitar 0,71 persen.
Fakta Covid-19 juga menyerang anak-anak membuat kalangan orang tua mesti waspada mengawasi anak-anaknya. Terlebih dengan munculnya varian baru Covid-19, B1.617.2, atau lebih dikenal dengan istilah varian Delta yang disebut-disebut sangat mudah menyerang anak anak dengan penularan 60 persen lebih cepat daripada varian sebelumnya. 

"Mungkin kemarin-kemarin, untuk kasus (Covid-19) anak-anak jarang sekali ditemukan. Kebanyakan orang dewasa karena mobilitasnya kan ke luar rumah. Tetapi varian baru ini telah ditemukan pada anak-anak yang cukup banyak. Bahkan 50 persen itu terjadi pada anak balita. Ini yang dikhawatirkan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang juga Koordinator 2 Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut Asep Surahmat belum lama ini.

Karenanya, dia mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian mereka. Ditambah melaksanakan vaksinasi yang dinilai sebagai salah satu intervensi mujarab guna mencegah penularan Covid-19.(zainulmukhtar)