SOR Watubelah Kab. Cirebon Kembali diusulkan Jadi Tempat Isolasi

SOR Watubelah Kab. Cirebon Kembali diusulkan Jadi Tempat Isolasi
istimewa



INILAH, Cirebon - Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon, membuat RSUD Arjawinangun mengaku kewalahan. Hal itu dikarenakan tidak sanggupnya lagi mengatasi makin melonjaknya kasus Covid-19. Hal itu diperparah dengan kasuS terpaparnya 39 Tenaga Kesehatan (Nakes) di rumah sakit milik Pemkab Cirebon itu.

 

Demikian dikatakan Direktur Utama RSUD Arjawinangun, dr. J. Bambang Sumardi, Sabtu (26/7/2021). Saat ini, tingkat mengatakan keterisian ruang Covid-19 sebesar 93 persen, dari jumlah total ruangan yang ada. Mau tidak mau, harus ada penambahan tempat yang layak yang tentunya tidak bisa dilakukan di RS. Arjawinangun.


 

“Jumlah ruangan Covid-19 di RSUD Arjawinangun sekarang terisi 83 ruangan, dari 88 ruangan yang ada,” ungkapnya.

 

Melihat kondisi itu, pihaknya akan mengajukan penambahan tempat kepada Pemkab Cirebon. Rencananya,  Sarana Olahraga (SOR) Watubelah dibuka lagi untuk lokasi isolasi, guna mengatasi keterbatasan ruang Covid-19 di rumah sakit.

 

“Karena kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit penuh, kita mengajukan SOR Watubelah untuk jadi lokasi isolasi pasien Covid-19. Bahkan untuk menutupi kewalahan pelayanan kesehatan, nanti malem Polresta Cirebon bersama Dinas Kesehatan akan membahas soal relawan nakes,” ucapnya.

 

Sementara lanjutnya, sampai dengan saat ini masih terdapat 14 orang yang terkonfirmasi positif menunggu untuk masuk ke dalam ruangan Covid-19 di RSUD Arjawinangun. Tidak hanya itu, dia  sejumlah nakes pun terkonfirmasi Covid-19. Sehingga membuat keadaan menjadi sulit, karena merasa kewalahan untuk memberikan pelayanan kesehatan.

 

“Apalagi sekarang sebanyak 39 nakes kita terkonfirmasi positif. Kami kewalahan untuk memberikan pelayanan kesehatan,” paparnya.

 

Dirinya menambahkan,  ruangan bedah sentral pun harus dilakukan kebijakan lockdown selama tiga hari ke depan. Karena 7 orang nakes disana terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan sejumlah dokterpun, diketahui terkonfirmasi di rumah sakit. Hal itu karena pada malam harinya,  ada dokter insentif baru datang dari Jakarta dan terkonfirmasi covid. 

 

"Pokoknya saat ini kami masih mencari formula yang tepat supaya pasien covid bisa tertangani. Jangan sampai semuanya terbengkalai," tukasnya. (maman suharman)