Bima Minta Double Track Diselaraskan Dengan Penataan Kawasan Batutulis

Bima Minta Double Track Diselaraskan Dengan Penataan Kawasan Batutulis
istimewa



INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta agar Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor soal pembangunan proyek jalur ganda atau double track Bogor - Sukabumi. Hal itu dikarenakan dikawasan Batutulis, proyek double track akan diselaraskan dengan penataan kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

 

"Kami ingin memastikan penataan pembangunan double track itu selaras dengan penataan kawasan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada INILAH pada Jum'at (25/6/2021) sore.


 

Bima melanjutkan, pihaknya mempunyai rencana menengah dan jangka panjang penataan Batutulis, ada museum disitu kemudian ada pembangunan taman disitu, ada keinginan mengintegrasikan dengan istana Batutulis disitu. 

 

"Jadi semua terintegrasi. PT. KAI juga ada rencana membangun stasiun baru disitu setelah dobel track ya. Ada juga jalur KRL, saya kira ini komunikasi yang harus intens antara Pemkot Bogor dan PT KAI," tambahnya.

 

Seperti diketahui double track Bogor-Sukabumi di titik Kota Bogor saat ini masih berjalan. Rencananya, pembangunan jalur ganda yang menyusuri rel eksisting hanya sampai Stasiun Paledang saja, tidak diteruskan ke Stasiun Bogor, sebagai tempat terakhir perjalanan KRL Commuter Line.

 

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Erni Basri mengatakan, nantinya pelayanan penumpang antara Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang dihubungkan dengan jembatan layang.

 

"Saat ini perencanaan double track hanya sampai Paledang saja, pelayanan penumpang yang terhubung dengan Stasiun Bogor menggunakan sky bridge," ungkap Erni.

 

Erni melanjutkan, stasiun Paledang terletak sekitar 200 meter di selatan Stasiun Bogor, Stasiun Paledang juga di menjadi tempat pemberangkatan kereta menuju Sukabumi. Dengan begitu, nantinya rute Bogor-Sukabumi menjadi jalur ganda, dan hanya Paledang-Stasiun Bogor tetap rel tunggal (single track). 

 

"Adapun Bogor-Jakarta sudah eksisting jalur gandang. Muncul juga wacana untuk menyatukan Stasiun Paledang dan Stasiun Bogor yang masih dalam pembahasan. Wacana menyatukan Stasiun Paledang dan Stasiun Bogor masih dilakukan pembahasan dengan pihak Pemkot Bogor, Ditjen Perkeretaapian, BPTJ, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, dan PT KAI," tambahnya.

 

Erni menjelaskan, saat ini pembangunan jalur ganda Kota Bogor sudah hampir mencapai 56 persen. Adapun titik pekerjaan di Kota Bogor mulai dari kilometer 0+200 sampai dengan kilometer 9+300 sepanjang 9,1 kilometer spoor (km’sp) menyusuri rel eksisting. Estimasi waktu pengerjaan jalur ganda mulai 2019, dan diproyeksikan kelar 2022. 

 

"Kalau titik fokus pengerjaan pada jalur ganda di wilayah kota Bogor adalah kilometer 0+200 sampai dengan kilometer 9+300. Akan tetapi ada koordinasi khusus di Stasiun Paledang. Pemkot Bogor juga akan dilibatkan terkait rencana pembangunan jalan layan penghubung antara Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang. Kami menjalankan program padat karya terkait proyek itu untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19," jelasnya.

 

Ia juga menerangkan, pekerja dilibatkan dalam pengerjaan galian, pembuatan drainase, bongkar pasang track sementara, urug kabel, dan pekerjaan sipil lainnya. Pihak kelurahan beserta RT-RW setempat dilibatkan dalam program kegiatan Padat Karya pada lokasi pekerjaan dengan jumlah orang 292 orang.

 

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim menuturkan, pembangunan jalur ganda merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga proyek itu dikelola oleh pemerintah pusat. 

 

"Pemkot Bofor sebagai penerima manfaat. Kontraktor dari berbagai perusahaan juga diantaranya memakai tenaga dari Kota Bogor," pungkasnya.