Cari Alternatif Keuangan, SAU Lelang 13 Set Angklung

Cari Alternatif Keuangan, SAU Lelang 13 Set Angklung
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Setahun lebih pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan Saung Angklung Udjo (SAU). Kini, SAU melelang sebanyak 13 set peralatan musik angklung di lelang.go.id.

Direktur Utama SAU Taufik Hidayat membenarkan hal tersebut. Namun, lelang yang ditawarkan di kanal resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan itu bukan peralatan musik angklung yang sempat menghebohkan jagat dunia maya.

“Kita memang melelang 13 set peralatan musik angklung di situs itu. Tapi, angklung yang ditawarkan hanya sebatas alat musik,” kata Taufik dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/6/2021).


Dia mengaku, langkah melelang itu merupakan alternatif solusi pendanaan. Pasalnya, hingga kini SAU relatif kesulitan cash flow keuangan karena ketiadaan pemasukan.

Awal tahun lalu, Taufik tak menampik kegiatan bisnis SAU terancam gulung tikar. 

“Saya harus menggaji terus pengawai, pemeliharaan tempat, pegawai hampir 600 orang. Sebagian ada disini, bukan bertahan, artinya yang menjaga gawang tinggal 40 orang. Kita pun sempat berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bandung dan instansi pemerintah lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, lelang yang dilakukan itu merupakan program solusi praktis yang menjadi alternatif pendanaan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJKN Jabar Tavianto Nugroho menyebutkan kanal lelang.go.id itu memang terbuka bagi siapa pun yang akan melelang barang miliknya. Dia menegaskan, lelang yang diajukan SAU cenderug berupa lelang sukarela.

“Artinya, dalam lelang barang SAU itu bukan berarti mereka kesulitan keuangan atau karena ada tagihan atau apa pun. Ini hanya inisiasi karena SAU membutuhkan pendaaan untuk keberlangsungan usaha yang dijalani,” ujarnya.

Tavianto menuturkan, karena lelang itu sifatnya terbuka maka peserta lelang pun bisa siapa saja. Dia mengatakan, penggunaan situs itu merupakan terobosan yang dilakukan pihaknya untuk membantu pemasaran para pelaku UMKM. 

“Memang, dari item yang dilelang itu tidak ada barang eksklusif. Padahal, agar lebih menarik para peserta lelang itu ada barang yang memiliki nilai lebih sebagai added value seperti nilai sejarah,” sebutnya. 

Sebagai informasi, masa lelang akan ditutup pada 29 Juni mendatang. Dalam aturan lelang.go.id, usai mendapatkan pemenang lelang itu SAU akan diberi waktu 14 hari untuk memenuhi permintaan. (dnr)