Dari 2,6 Juta Warga, Baru 250 Ribu Penduduk Kota Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19

Dari 2,6 Juta Warga, Baru 250 Ribu Penduduk Kota Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19
istimewa



INILAH, Bandung - Program vaksinasi Covid-19 yang telah berlangsung enam bulan, baru menyentuh angka 10 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung. Angka tersebut, masih terbilang jauh untuk mencapai kekebalan kelompok yang ditargetkan minimal 70 persen. 

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Yorisa Sativa mengatakan, penduduk Kota Bandung yang divaksinasi sejak Januari hingga pertengahan Juni ini, telah mencapai kurang lebih 250 ribu dari target 474 ribu orang.

"Angka tersebut sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung yang mencapai kurang lebih 2,6 juta orang," kata Yorisa di Balai Kota Bandung, Kamis (24/6/2021). 


Secara rinci, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan penunjang lainnya telah mencapai 100 persen termasuk pelayan publik yang sudah mencapai 100 persen untuk dosis pertama dan kedua. Vaksinasi terhadap Lansia masih rendah untuk dosis pertama 34 persen, dan dosis kedua sebanyak 30 persen. 

Dia juga menyebut, percepatan vaksinasi terhadap masyarakat perlu terus dilakukan secara ekstra agar dapat mencapai kekebalan komunal minimal 70 persen. Salah satu yang digenjot saat ini, adalah mulai dilakukan vaksinasi terhadap masyarakat berusia 18 tahun ke atas atau masyarakat umum.

"Kebijakan untuk memvaksin warga individu di atas 18 tahun yang dilakukan Juli, dipercepat. Jadi sekarang sudah terbuka untuk umum, masyarakat rentan dan disabilitas," ucapnya. 

Yorisa menuturkan, vaksinasi terhadap masyarakat berusia 18 tahun ke atas dilakukan mengingat kasus penyebaran Covid-19 saat ini mengalami lonjakan signifikan. Pihaknya saat ini sedang memetakan kurang lebih 190 fasilitas kesehatan yang dapat diakses  masyarakat berusia 18 tahun ke atas untuk vaksinasi. 

Dia menambahkan, masyarakat yang ingin divaksin dapat terlebih dahulu menghubungi petugas puskesmas menanyakan terkait program vaksinasi tersebut. Termasuk pihaknya mendorong vaksinasi massal masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

"Belum ada data berapa yang sudah divaksin. Namun untuk distribusi vaksin sudah berjalan dengan baik sehingga dapat leluasa untuk menentukan penggunaannya. Sementara, program vaksinasi reguler untuk masyarakat, saat ini fasilitas kesehatan didorong untuk dapat menyelenggarakan program vaksinasi gotong royong," ujar dia. (Yogo Triastopo)