UTama Gelar Kegiatan PKM Secara Daring dengan Menghadirkan Duo Inang Indonesia

UTama Gelar Kegiatan PKM Secara Daring dengan Menghadirkan Duo Inang Indonesia
Istimewa



INILAH, Bandung - Tim klaster Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama (FEB UTama), yang diketuai Sri Astuti Pratminingsih berinisiatif menggelar kegiatan (PKM) secara daring dengan narasumber Founder Duo Inang Indonesia, Tina Maretina, Kamis (24/6/2021).

Kegiatan ini dilakukan secara daring dan bekerjasama dengan mitra yaitu Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi Universitas Widyatama (HIPMI PT) yang dihadiri oleh 100 peserta dari mahasiswa Universitas Widyatama dan luar Universitas Widyatama.

Tina pernah mendapatkan juara Start Up Export Competition Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada tahun 2018, 20 besar peserta terbaik program We Learn United Nation Women tahun 2019, Juara desain kemasan UMKM kota Tangerang tahun 2020 dan juara nasional famplet terbaik hampers competition Bank Rakyat Indonesia tahun 2021.


Berdasarkan pengalaman tersebut, dua orang sahabat Tina Maretina dan Ega Ayudini selaku founder yang awalnya mendapatkan kesulitan untuk memberikan ASI (Air Susu Ibu) kepada buah hatinya, sehingga keduanya mencoba berbagai macam pelancar ASI yang kebanyakan itu impor dari luar negeri. Sampai akhirnya meracik beberapa bahan pelancar ASI dan pada suatu saat menemukan tanaman khas indonesia yang luar biasa manfaatnya.

"Selain itu adanya perintah Allah SWT untuk menyempurnakan menyusui selama dua tahun. Dalam Alquran disebutkan, masa menyusui dalam ajaran Islam adalah dua tahun. Firman Allah SWT. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS al-Baqarah [2]: 233)," ujar Tina.

Menurut dia, ASI makanan terbaik bagi bayi menjadikan dasar upaya setiap ibu untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Atta’awun (tolong menolong) adalah Produk INANG agar dapat menjadi penolong semua para ibu menyusui yang kesulitan dalam produksi ASI. Dari latar belakang tersebut akhirnya kedua ibu tersebut mendirikan Duo Inang Indonesia.

Didirikan sejak 2017, lahirlah brand produk INANG. Berawal dari termotivasi untuk mengedukasi bahwa menyusui itu mudah dan juga ingin memperkenalkan Torbangun yaitu sayuran khas Indonesia yang dapat membantu stimulasi produk ASI (Air Susu Ibu), hal tersebut membuat Tina dan Ega ingin menjadikan INANG sebagai solusi bagi ibu yang sedang menyusui.

"Saat sebelum pandemi usahanya dilakukan secara offline, mengikuti pameran nasional maupun internasional, menghadiri acara komunitas ibu dan anak dan pemasaran secara online hanya 50 persen. Tetapi tidak disangka Covid 19 datang dan penjualan mengalami penuruan 60 persen. Secara otomatis penjualan beralih menjadi 100 persen secara online dengan memaksimalkan media sosial, market place, dan took online," papar Tina.

Tina mengatakan kepada peserta khususnya mahasiswa out of the book artinya banyak yang berpikiran ASI dapat dijadikan bisnis. Jangan pernah berpikir bahwa masih mahasiswa belum membutuhkan ASI. Tetapi pelajaran yang dapat diambil adalah tidak semua berpikiran sama meskipun sama-sama melakukan bisnis.

Apalagi, mahasiswa mempunyai pola pikir lebih modern. Sehingga ini adalah salah satu contoh usaha ASI yang tidak semua orang berpikiran sama dengan usaha yang sama sehingga peluang lebih sukses akan terasa.

"Strategi yang dilakukan dalam kondisi saat ini dengan melakukan promo menarik, diadakan hadiah, membuat varian baru yang menyesuaikan tapi tidak terlalu jauh dengan konsep yang sudah ada, melakukan bundling product, dan kolaborasi dengan produk lain," tambahnya.

Sebagai catatan, anggota tim kluster PKM UTama adalah, Neuneung Ratna Hayati, Achmad Drajat, Dwinto Martri, Rima Rahmayanti, Yunata dan Pipin Sukandi dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama. (Okky Adiana)