Pelaku Baru UMKM di Megamendung Minta Dilatih Kemampuannya 

Pelaku Baru UMKM di Megamendung Minta Dilatih Kemampuannya 
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Megamendung - Pandemi Covid-19 menyebabkan berkurangnya pendapatan ekonomi masyarakat dan minimnya peluang kerja. Sebagian masyarakat pun melirik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dijadikan sumber pendapatannya.

Di Kecamatan Megamendung, Camat Endi Rismawan dalam acara program Rabu Keliling menuturkan ratusan pelaku baru UMKM membutuhkan pelatihan skill. Untuk itu, dia meminta kepada Bupati Bogor Ade Yasin untuk memfasilitasi keinginan sejumlah warganya.

"Lebih dari 100 orang warga kami menjadi pelaku baru UMKM, mereka meminta Bupati Bogor Ade Yasin diberikan pelatihan skill atau kemampuan dan alhamdulillah akan dikabulkan paling cepat di akhir tahun ini atau paling lama pada 2022 mendatang," tutur Endi kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).


Dia menerangkan, warganya yang menjadi pelaku baru UKM ini selain ada yang baru lulus sekolah dan kuliah, juga ada para pekerja hotel, restoran atau jasa wisata lainnya.

"Pandemi Covid-19 menyebabkan berkurangnya penghasilan para pelaku usaha jasa wisata dan minimnya peluang kerja. Oleh karena itu mereka kini melirik menjadi pelaku UMKM," terangnya.

Endi menambahkan kepada pihak hotel, restoran dan usaha jasa wisata yang berada di Kecamatan Megamendung atau kawasan Puncak. Dia meminta mereka menampung dan menjual produk UMKM.

"Ke depan, semoga pihak hotel, restoran dan usaha jasa wisata yang berada di wilayah sekitar mau menampung dan menjual produk UMKM warga kami," tambah Endi.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan permintaan masyarakat Kecamatan Megamendung ini langsung dicatat Dinas Koperasi dan UMKM dan akan direalisasikan paling lama pada 2022 mendatang.

"Program pelatihan skill atau kemampuan pelaku UMKM ini akan kami laksanakan di banyak tempat, hal ini bagian dari upaya pemulihan ekonomi daerah atau nasional," jelas Ade.

Politisi PPP ini melanjutkan, demi upaya peningkatan pendapatan masyarakat dia meminta setiap pemerintah desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Untuk memaksimalkan potensi peningkatan pendapatan masyarakat, BUMDes ini harus dibentuk oleh setiap pemerintah desa baik itu usaha wisata, UMKM, koperasi atau lainnya sesuai potensi yang ada," lanjutnya. (Reza Zurifwan)