BOR Garut Capai 83,16 Persen

BOR Garut Capai 83,16 Persen
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Terus meluasnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut membuat ribuan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri maupun isolasi dalam perawatan rumah sakit. Akibatnya, hunian tempat tidur ruang rawat inap atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit penerima pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Garut terus meningkat.

Per 21 Juni 2021, BOR di Kabupaten Garut dari sebanyak tujuh rumah sakit melayani perawatan pasien kasus Covid-19 yang ada tercatat mencapai 83,16 persen. BOR di dua rumah sakit di antaranya bahkan sudah penuh terpakai. Yakni RS Umum Tk IV Guntur yang menyediakan 121 unit tempat tidur dan RS Umum Annisa Queen yang menyediakan 18 tempat tidur.

Total pasien positif Covid-19 dalam isolasi perawatan rumah sakit sendiri saat itu, sebagaimana disampaikan Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut Muksin, mencapai sebanyak 536 orang. Jumlah tersebut meningkat pada 22 Juni 2021 menjadi sebanyak 567 orang. Sehingga hampir dipastikan BOR di RSU di Garut secara keseluruhan saat ini meningkat nyaris penuh. 


BOR di RS Umum Daerah dr Slamet Garut pun nyaris penuh mencapai sekitar 93,50 persen. Dari tempat tidur tersedia sebanyak 200 unit, sebanyak 187 unit di antaranya terpakai. 

Begitu pun dengan RS Umum Nurhayati Garut, rasio BOR mencapai sekitar 97,73 persen. Dari sebanyak 44 unit tempat tidur tersedia itu hanya menyisakan satu tempat tidur.

Di RS Umum Intan Husada, BOR mencapai 85,71 persen. Dari sebanyak 28 unit tempat tidur tersedia, sebanyak 24 unit di antaranya terpakai.

Di RS Umum Daerah Pameungpeuk Provinsi Jabar, BOR mencapai sekitar 67,19 persen. Dari sebanyak 64 unit ruang isolasi tersedia di rumah sakit berada di wilayah selatan Garut tersebut, sebanyak 43 unit di antaranya terpakai.

Hanya di RS Medina yang masih tersedia cukup banyak tempat tidur untuk pasien Covid-19. BOR di rumah sakit tersebut baru mencapai 44,86 persen. Baru terpakai sebanyak 48 unit dari sebanyak 107 unit tempat tidur tersedia.

Jumlah pasien dirawat di tempat isolasi lainnya juga terus meningkat. Di Rusunawa Gandasari, sebanyak 76 unit tempat tidur terpakai dari total seratus unit tempat tidur tersedia di sana.

Sedangkan di gedung Islamic Center Garut, tempat tidur terpakai mencapai sebanyak 55 unit dari total tempat tidur tersedia sebanyak 64 unit.  

Pemkab Garut juga seperti dikatakan Wabup Helmi Budiman belum lama ini menyiapkan sejumlah puskesmas untuk menangani pasien Covid-19. Terutama puskesmas sudah biasa menangani pasien Covid-19 bergejala ringan, antara lain Puskesmas Cilawu, Kadungora, Cibatu, dan Puskesmas Cisurupan.

Akan tetapi hingga berita ditulis, belum ada keterangan mengenai perawatinapan pasien positif Covid-19 di tengah terus meningkatnya kasus Covid-19 saat ini. (Zainulmukhtar)