RSUD Bogor Sulap Gudang Jadi Ruang Perawatan Covid-19

RSUD Bogor Sulap Gudang Jadi Ruang Perawatan Covid-19
istimewa



INILAH, Bogor - Angka Covid-19 Kota Bogor mencapai 230 konfirmasi positif perhari pada Selasa (26/6/2021) malam, tingkat keterisian tempat tidur capai 78 persen. Hal ini membuat RSUD Kota Bogor juga harus "menyulap" gudang menjadi ruang perawatan pasien Covid-19 dan Pemkot Bogor menegaskan pembatasan jam operasional untuk cafe juga mall pukul 20.00 WIB.

 

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakotuh warga Bogor data Covid-19 Kota Bogor menunjukkan bahwa kitabharus lebih siaga dan waspada. Penambahan hari ini ada diangka 230, tertinggi selama pandemi Covid-19 Kota Bogor. Tingkat keterisian tempat tidur ada diangka 78 persen," ungkap Bima Arya Sugiarto melalui unggahan video pada Selasa (26/6/2021) malam.


 

Bima melanjutkan, RS semakin penuh, klaster terbanyak adalah klaster keluarga dan diikuti oleh klaster dari luar kota. Langkah Pemkot Bogor pertama akan menambah tempat tidur di seluruh Rumah Sakit (RS) Kota Bogor, minimal diangka 30 persen. 

 

"Kedua Pemkot Bogor akan menambah fasilitas isolasi bagi warga yang tanpa gejala. Ditargetkan dalam waktu satu minggu ruang isolasi dan tempat tidur sudah bisa diakses oleh warga yang membutuhkan," tambahnya.

 

Bime menegaskan, kebijakan ganjil genap akan terus dilanjutkan karena efektif mengurangi mobilitas warga. Gage bukan untuk kelancaran lalu lintas tetapi mengurasi mobilitas warga.

 

"Tingkat keterapaparan ASN cukup tinggi sampai Selasa (26/6/2021) sore. Sudah ada 27 ASN positif dari delapan kantor pemerintahan karena itu saya meminta agar Balai Kota Bogor dan kantor pemerintahan ditutup untuk sementara sampai Senin (28/6/2021) mendatang. Kepada warga Bogor disampaikan bahwa diberlakukan pembatasan jam operasional untuk cafe, mall dan restoran hingga pukul 20.00 WIB," tegasnya.

 

Bima mengingatkan masyarakat, Pemkot Bogor tidak ingin kedepannya memberlakukan kebijakan yang lebih jauh lagi sehingga berdampak pada perekonomian. 

 

"Karena itu saat ini mari kita taati Prokes, terus siaga dan tetap waspada," pungkasnya.

 

Sementara itu, sejumlah barang-barang bekas dari gudang aset RSUD Kota Bogor, dipindahkan ke Rusunawa Menteng Asri, Kecamatan Bogor Barat. Barang-barang bekas yang dititipkan di rusunawa blok A dan B tersebut diantaranya tempat tidur, kursi roda, barang-barang elektronik dan lain-lain. Diketahui, pihak RSUD mengajukan permohonan peminjaman tempat sementara ke Rusunawa Menteng Asri untuk menaruh barang bekas sehubungan dengan meningkatnya pasien Covid-19. 

 

Hal tersebut dilakukan dikarenakan tempat penanganan untuk pasien terpapar Covid -19 di RSUD Kota Bogor sudah full, sehingga RSUD harus mengosongkan ruang gudang aset untuk dijadikan sebagai tenda pelayanan Covid-19.

 

Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir menjelaskan, gudang aset itu harus segera dikosongkan untuk tenda pelayanan Covid-19 tempatnya. Karena sekarang kondisinya darurat dan harus bergerak cepat, karena itu pihaknya meminjam tempat di rusunawa.

 

"Jadi, itu peruntukan untuk menangani pasien Covid-19. Karena proses lelang itu masih lama dan sekarang kondisinya darurat, kami membutuhkan ruangan makanya kami perlu gudang aset itu harus segera dikosongkan dan itu adalah barang aman tidak mengandung limbah b3, jauh dari segala macam virus. Itu bekas tempat tidur semua aman dan itu akan dipagari dengan seng," ungkap Ilham pada Selasa (22/6/21) malam.

 

Ilham melanjutkan, pihaknya sudah berkirim surat ke dinas perumkim dan melakukan pertemuan dengan LPM, pengelola rusunawa, koordinator blok di rusunawa, lurah Menteng yang didampingi bhabinkamtibmas. 

 

"Jadi, sudah di musyawarahkan dengan penghuni dan aparatur wilayah setempat agar tidak menimbulkan mispersepsi dari warga," terangnya.

 

Ilham mengungkapkan, ketersedian tempat di RSUD sudah full yang tersisa tinggal untuk bayi dan anak kecil. Dari itu, pihaknya mau menambah pakai tenda darurat. Ini yang sedang dirapatkan agar bisa ditambah karena banyak pasien yang tidak dapat ruangan.

 

"Pasien kami sudah 130, total bed kami 138, untuk penginapan ditambah IGD jadi 153. Jadi, kami mau naikin kapasitas lagi sampai 160 karena ini peningkatannya menanjak sekali. Ini luar biasa banyak pasien tidak dapat tempat," pungkasnya. (rizki mauludi)