Pembangunan Masjid Agung Ditarget Tujuh Bulan Selesai

Pembangunan Masjid Agung Ditarget Tujuh Bulan Selesai
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (rizki mauludi)



INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah memfokuskan pada dua pembangunan strategis di Kota Bogor, pertama proyek pembangunan Masjid Agung Bogor Lanjutan dan Pembangunan Alun-alun Kota Bogor di eks Taman Topi, di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah. Berdasarkan data yang tersedia pada laman LPSE Kota Bogor, kedua kegiatan fisik tersebut sudah ada pemenang tendernya.

Pertama, proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor digarap perusahaan asal Kabupaten Garut, Jawa Barat bernama PT Samudera Adi Nusantara.

Kedua, proyek Masjid Agung Bogor Lanjutan akan dikerjakan PT. Gelora Megah Sejahtera dengan nilai proyek Rp32,8 miliar.


Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, akan mengawal kedua proyek tersebut agar tidak ada keterlambatan pada saat pengerjaanya. Proyek yang pertama kali dimulai medio 2016 silam ini diharapkan bisa selesai tahun ini.

"Rencana segera akan dilakukan grown breaking (peletakan batu pertama) untuk kedua proyek, Masjid Agung dan Alun-alun," ungkap Bima Arya pada Selasa (22/6/2021).

Bima menjelaskan, akan memonitor langsung pelaksanaanya agar pekerjaannya dapat diselesaikan sesuai waktu yang ditargetkan. "Kami kawal supaya tepat waktu selesainya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Henny Nurliani mengatakan, pengumuman pemenang lelang proyek tersebut sudah diumumkan pada Jumat (4/6) pada pukul 14.00 WIB, dan sudah melewati masa sanggah yang dilakukan pada Jumat (11/6).

"Sebelum mengumumkan pemenang, terdapat 77 perusahaan yang tertarik pada proyek tersebut, akan tetapi hanya empat perusahaan saja yang melakukan penawaran harga," tuturnya.

Ia melanjutkan, dari empat perusahaan yang melakukan penawaran, dua perusahaan memenuhi persyarataan saat evaluasi yakni PT Gelora Megah Sejahtera, dan PT Debitindo Jaya. Sedangkan PT Hana Huberta, PT Mandiri Tri Bintang, dianggap tak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

"Karena sudah melalui masa sanggahan maka akan ditindak lanjuti oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan selanjutnya proses kelengkapan adaministrasi, kontrak dan pelaksanaan," tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Tata Ruang, Tata Bangunan, Pengawasan Pengendalian dan Perencanaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Sultodi Mahbub menjelaskan, pembangunan akan memakan waktu kurang lebih tujuh bulan untuk pelaksanaan fisik.

"Masuk tender ada sisa waktu delapan bulan lagi, minimal tujuh bulan untuk pelaksanaan fisiknya," paparnya.

Menurutnya, pengerjaan lanjutan salah satu proyek strategis di Kota Bogor itu bakal melakukan penguatan struktur lama termasuk mengerjakan sesuai rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Pusat Penelitian Pengembangan Perumahan dan Pemukiman (Puslitbang Perumkim).

"Untuk struktur atap direkomendasikan struktur yang lama tidak dipakai, jadi bikin baru. Dari mulai pondasi dengan kolomnya dan langs­ung rangka atap, jadi bentang lebar tanpa ada tiang di tengah­nya," bebernya. (rizki mauludi)