13 Kecamatan di Garut Masih Bertahan di Zona Merah

13 Kecamatan di Garut Masih Bertahan di Zona Merah
Ilustrasi (zaenulmukhtar)



INILAH, Garut - Selama periode melonjaknya kasus Covid-19 rentang 1-21 Juni 2021, sebanyak 13 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut terus bertahan pada zona merah berisiko tinggi terpapar Covid-19. Sebanyak empat kecamatan bergeser dari zona oranye berisiko sedang ke zona merah maupun sebaliknya.

Data Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Garut menunjukkan, sebanyak 13 kecamatan bertahan di zona merah tersebut yakni Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Leles, Kadungora, Sukawening, Bayongbong, Cilawu, Cisurupan, dan Kecamatan Pameungpeuk.

Sedangkan empat kecamatan mengalami pergeseran status level kewaspadaan Covid-19 dari oranye ke merah maupun sebaliknya, yakni Kecamatan Cisompet, Cibalong, Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu.


Pada periode 15-21 Juni 2021, Kecamatan Bungbulang dan Kecamatan Cisewu semula berada di zona merah bergeser ke zona oranye. Sedangkan Kecamatan Cisompet dan Kecamatan Cibalong masuk ke zona merah dari sebelumnya pada periode 1-14 Juni 2021 berada di zona oranye.

Sebanyak 23 kecamatan saat ini berada di zona oranye berisiko sedang terpapar Covid-19, dan sisanya sebanyak empat kecamatan berada di zona kuning berisiko rendah terpapar Covid-19. Tak ada kecamatan berstatus zona hijau.

Berikut akumulasi pasien positif Covid-19 di masing-masing dari 13 kecamatan bertahan di zona merah itu. Kecamatan Garut Kota sebanyak 1.454 orang dengan 66 orang di antaranya meninggal dunia, Karangpawitan (positif 1.167 orang dan meninggal 41 orang).

Kemudian, Wanaraja (positif 385 orang dan meninggal 26 orang), Tarogong Kaler (positif 1.278 orang dan meninggal 37 orang), Tarogong Kidul (positif 2.022 orang dan meninggal 64 orang), Banyuresmi (positif 555 orang dan meninggal 32 orang), Leles (positif 532 orang dan meninggal 23 orang), Kadungora (positif 561 orang dan meninggal 23 orang).

Selanjutnya, Sukawening (positif 303 orang dan meninggal 20 orang), Bayongbong (positif 533 orang dan meninggal 25 orang), Cilawu (positif 873 orang dan meninggal 42 orang), Cisurupan (positif 289 orang dan meninggal 11 orang), dan Kecamatan Pameungpeuk (positif 256 orang dan meninggal 9 orang).

Sedangkan akumulasi pasien positif Covid-19 di empat kecamatan lainnya yang mengalami pergeseran status zona oranye ke merah maupun sebaliknya, yaitu Kecamatan Cisompet (positif 231 orang dan meninggal 11 orang), Cibalong (positif 158 orang dan meninggal 5 orang), Bungbulang (positif 262 orang dan meninggal 14 orang), dan Kecamatan Cisewu (positif 174 orang dan meninggal 2 orang).

Pemkab Garut sendiri akan melakukan penyekatan atau pembatasan sementara kegiatan di kecamatan-kecamatan zona merah tersebut. Seperti disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut yang juga Bupati Garut Rudy Gunawan pada Rapat Koordinasi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Garut di ruang Pamengkang Pendopo Garut, Senin (21/6/2021).

Akan tetapi hingga kini, belum ada keterangan penyekatan dimaksud diterapkan di kecamatan mana saja. Pun kemungkinan akan adanya pembatasan kegiatan hingga penutupan kawasan/lockdown.

Terpisah, usai peninjauan pada salah satu bank di Jalan Ahmad Yani Garut Kota, Selasa (22/6/2021), Wabup Helmi Budiman mengklaim kesadaran masyarakat Garut akan pemakaian masker saat ini sudah mulai meningkat. Dia menilai lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini terjadi karena kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan sebelumnya masih kurang.

Karenanya, dia kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dampak pandemi Covid-19 bukan hanya pada sektor kesehatan, tapi juga perekonomian masyarakat," ujarnya. (zainulmukhtar)