Garut Makin Gawat! Sudah 11 Nakes Gugur Akibat Covid-19

Garut Makin Gawat! Sudah 11 Nakes Gugur Akibat Covid-19
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Kalangan tenaga kesehatan (tenakes) di Kabupaten Garut kembali berduka. Sebanyak tiga nakes dilaporkan meninggal dunia pada Senin (21/6/2021). 

Akumulasi total garda terdepan penanganan Covid-19 sejak pandemi Covid-19 terdeteksi di Kabupaten Garut yang gugur dalam tugasnya itu kini mencapai sebanyak sebelas orang.

"Hari ini, nakes gugur tiga orang lagi. Semakin berkurang pejuang garda terdepan (penanganan Covid-19)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang juga Koordinator 2 Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Garut Asep Surahman berbela sungkawa.


Dia menyebutkan, akumulasi para tenakes terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri mencapai sebanyak 620 orang. 

Dengan demikian, persentase kematian tenakes di Garut saat ini mencapai sekitar 1,77 persen.

Berkenaan bergugurannya tenakes tersebut, Wabup Garut yang juga Wakil Ketua III Satgas Penanganan Covid-19 Garut Helmi Budiman pun menyatakan bela sungkawanya. 

"Mereka berada di garis terdepan memberi pelayanan kepada pasien. Bahkan, tidak sedikit di antaranya justeru menjadi korban yang terpapar Covid-19. Perawat kita sangat terbatas. Mohon doanya untuk masyarakat Kabupaten Garut agar para tenaga medis selalu diberi kesehatan !" ujar Helmi usai Apel Senin secara virtual di kantor Command Center di Kompleks Pendopo Garut Kecamatan Garut Kota.

Di merinci, sebanyak sebelas tenakes gugur terpapar Covid-19 itu terdiri dua dokter, tiga perawat, dua bidan, dan empat tenakes lainnya.
Berkenaan kejadian tersebut, Helmi menegaskan, pihaknya akan berupaya melakukan berbagai langkah melindungi para tenakes di semua fasilitas kesehatan, terutama fasilitas kesehatan yang menerima dan melayani pasien terpapar Covid-19. 

Dia pun meminta masyarakat tetap mewaspadai kasus Covid-19 dalam jangka waktu dua hingga empat minggu ke depan tanpa kepanikan dan selalu mendengarkan anjuran pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19, dan mengajak semua pihak bersama-sama mendukung program vaksinasi Covid-19.

"Tidak ada krisis/pandemi yang tidak selesai. Hanya ada yang selesai dengan memakan banyak korban dan ada yang selesai dengan sedikit korban. Kuncinya ada di peran kita semua. Tetap menjaga protokol kesehatan berarti kita menyayangi diri sendiri dan menyayangi tenaga kesehatan. Juga, sebagai bentuk tanggung jawab sosial menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan !" ingat Helmi.(zainulmukhtar)