Tiga Pegawai Positif Covid-19, BKPSDM Kabupaten Cirebon Ditutup Sementara

Tiga Pegawai Positif Covid-19, BKPSDM Kabupaten Cirebon Ditutup Sementara
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Cirebon ditutup sementara. Hal itu menyusul adanya tiga pegawai BKPSDM yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Demikian dikatakan Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon Hilmi Rivai, Minggu (20/6/2021).

Hilmi menjelaskan, munculnya tiga orang anak buahnya yang positif, karena beberapa waktu lalu ada swab untuk 40 pegawai BKPSDM. Hasilnya, ternyata ada tiga pegawai yang positif Covid-19 namun tanpa gejala. Saat ini mereka melakukan isolasi mandiri dirumah. 

"Malam Sabtu baru keluar hasilnya. Dari empat puluh pegawai yang swab, tiga orang dinyatakan positif. Termasuk salah satu sekpri saya juga positif," ungkap Hilmi.


Ditanya kenapa BKPSDM menerapkan lockdown, karena ada 30 pegawai lagi yang belum di swab. Dijadwalkan, Senin besok, termasuk dirinya menjalani swab massal. Menurut Hilmi, kalau saja nanti jumlah total yang positif lebih dari lima pegawai, kemungkinan besar BKPSDM akan lockdown selama satu minggu.

"Ada tiga puluh pegawai termasuk saya belum diswab. Ditakutkan akan muncul lagi yang terkonfirmasi. Tapi mudah-mudahan hanya tiga orang itu. Kalau lebih dari lima orang, mau tidak mau kita lockdown sekitar satu mingguan," jelas Hilmi.

Terkait masalah pelayanan, Hilmi menjamin situasi kondusif dan tidak terganggu. Semua pelayanan dikerjakan secara daring dan virtual. Namun tetap saja, kurang maksimal karena pelayanan tidak akan secepat saat tatap muka.

"Kalau pelayanan tetap berjalan, tapi ya tidak secepat saat tatap muka. Ini akan kita terapkan sistim daring atau virtual. Bagaimanapun, pekerjaan harus kita laksanakan meskipun dari rumah masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengakui lonjakan covid di Kabupaten Cirebon memang naik secara signifikan. Tercatat, Bed Ocupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur rumah sakit bagi pasien Covid-19, saat ini berada dalam posisi mengkhawatirkan, yakni 90,4 persen. 

"Sekarang ada penambahan tempat tidur di rumah sakit. Dari 475 menjadi 500 tempat tidur. Ini sangat mengkhawatirkan" kata Eni.

Dengan adanya lonjakan kasus yang signifikan, pihaknya menambah 25 ruangan bagi tempat tidur pasien Covid-19. Hal itu dilakukan pada dua rumah sakit milik pemerintah, yakni RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled. Tapi dirinya belum bisa memastikan, apakah kembali akan menyewa Hotel Radiant untuk pasien covid tanpa gejala, atau tidak.

"Soal penyediaan fasilitas hotel tempat isolasi bagi OTG kita belum bisa memastikan. Nanti mungkin menunggu keputusan bupati saja," tukasnya. (Maman Suharman)