Cerita Pilu Rossi di Balik Kebangkitan Hungaria

Cerita Pilu Rossi di Balik Kebangkitan Hungaria



INILAH, Budapest – Sukses Hungaria tak lepas dari tangan dingin Marco Rossi. Semuanya berawal dari sebuah restoran di Budapest.

Marco Rossi menjadi pembicaraan setelah torehan hebat Hungaria yang menahan juara dunia Prancis 1-1 di Budapest, Sabtu (19/6). Hungaria bahkan nyaris menang kalau saja Antoine Griezmann tak menyelamatkan Prancis.

Prancis adalah favorit kuat memenangkan Euro 2020. Terlebih, mereka adalah juara Piala Dunia 2018 dan memiliki materi pemain terbaik di semua lini.


Tapi, mereka harus berjuang keras untuk meraih hasil imbang 1-1 lawan Hungaria di Budapest. Padahal, Hungaria bukanlah tim yang dianggap serius di ajang Euro 2020 ini.

Hungaria memimpin lebih dulu melalui Attila Fiola, melalui serangan balik. Antoine Griezmann menyamakan kedudukan setelah Kylian Mbappe memperdaya Hungaria memanfaatkan tendangan gawang jarak jauh Hugo Lloris.

Seperti saat menang 1-0 atas Jerman, Prancis menyia-nyiakan banyak peluang mencetak gol. Trio Kylian Mbappe, Karim Benzema, dan Antoine Griezmann sekali lagi terbukti kurang efektif.

Tapi, bagi Hungaria, ini merupakan pencapaian historis. Karena itu, Marco Rossi, pria berusia 56 tahun asal Italia, layak mendapat acungan jempol. Marco Rossi adalah mantan pemain Serie A bersama Sampdoria, seangkatan dengan Attilio Lombardo.

Kenapa Marco Rossi meninggalkan Italia dan memilih Hungaria setelah gantung sepatu? “Kalau saya tetap di Italia, mungkin saya bekerja di lembaga konsultan bisnis milik saudara saya saat ini,” katanya mengakui.

Dia sebenarnya bisa saja jadi pelatih di Italia. Setidaknya diawali dengan menangani klub level bawah. Tapi, pengalaman buruk membuatnya menyerah, baik di klub seperti Scafatese maupun Cavese.

“Saya menerima tiga proposal, tapi mereka bilang pada dasarnya saya harus membayar gaji saya sendiri di muka untuk bekerja di (klub) Serie C. Saya bingung. Tapi inilah yang terjadi di Italia,” katanya.

Karier Marco Rossi baru mulai terbuka saat dia mengunjungi seorang sahabatnya, pemilik restoran di Budapest. Dia pulalah yang mengambil inisiatif.

“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya memutuskan melamar ke sebuah klub. Saya telepon Fabio Cordella, orang Italia yang jadi Direktur Sport Honved Budapest. Semuanya berawal dari sana,” tambahnya.

Mantan gelandang Sampdoria itu mengawali segalanya dari sana. Dia membawa Honved meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya dalam 24 tahun. Dia pun mendapat anugerah Pelatih Terbaik Hungaria 2017.

Dia juga mampu berprestasi saat menukangi klub-klub kecil. Marco Rossi memimpin Dunajska Streda ke peringkat ketiga di Liga Slovakia. Klub itu bahkan maju ke kualifikasi Europa League.

Setelah gagal menembus putaran final Piala Dunia 2018, Hungaria menunjuk Marco Rossi sebagai pelatih tim nasional. Dia menandai tugas perdananya itu dengan lolos ke putaran final, setelah menang atas Islandia di laga playoff.

Kini, Hungaria menahan Prancis 1-1 lewat pertarungan yang spektakuler di depan puluhan ribu penonton di Budapest. Hungaria akan riuh berpesta jika Marco Rossi mampu meloloskan timnya ke putaran kedua.