Apindo Jabar Dukung PPKM 

Apindo Jabar Dukung PPKM 
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini berkonsekuensi pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Khusus hal itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar mendukung langkah pemerintah untuk mengendalikanan penyebaran Covid-19.

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengatakan, kebijakan PPKM yang diambil itu relatif penting diimplementasikan meskipun berdampak terhadap produktivitas di dunia usaha. Salah satunya pengeluaran biaya operasional semakin membengkak.

"Kalau pun tetap berproduksi, biayanya justru semakin membengkak. Seperti biaya ekstra untuk swab test yang harus secara rutin dilakukan pada karyawan itu cukup besar. Belum lagi apabila ada yang positif, tracing dan berbagai macam langkah prokes (protokol kesehatan) harus dilakukan," kata Ning, belum lama ini.


Untuk itu, da mengharapkan PPKM bisa menekan laju Covid-19 yang saat ini meningkat sehingga nantinya bisa terkendali. Termasuk kegiatan perekonomian pun diakuinya bisa kembali menggeliat.

Di bagian lain, dia menegaskan Apindo Jabar siap berkolaborasi dengan pemerintahan provinsi untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat.

Saat ini, pihaknya sudah menginisiasi kolaborasi dengan pemerintahan provinsi bersama-sama melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. 

Bahkan, pihaknya pun siap menyediakan tempat yang luas dan representatif termasuk menyediakan tenaga kesehatan apabila diperlukan. 

"Kolaborasi bersama Pemprov Jabar untuk terlibat vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat perlu dilakukan," ucapnya. 

Menurutnya, keterlibatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat harus berada pada urutan teratas skala prioritas, bila ingin secepatnya mewujudkan herd immunity. 

Hal ini tentunya dengan tetap melakukan kampanye dan edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan serta implementasi prokes di mana pun berada.

"Tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Hal ini pun secara tidak langsung, sebagian masyarakat itu juga pekerja. Jadi dunia usaha pun cukup terbantu dalam mengendalikan Covid-19," tambahnya.

Selain itu, program vaksinasi gotong royong pun menimbulkan optimisme dunia usaha untuk bisa segara bangkit setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Saat ini, banyak perusahaan yang mengajukan vaksinasi Covid-19 bagi pekerja melalui program vaksin gotong royong. 

"Namun ternyata vaksin gotong royong sangat terbatas, sehingga pengusaha tidak tahu harus sampai kapan menunggu," imbuh Ning. (Doni Ramdhani)