Kejari Kabupaten Bogor Tahan Dua Tersangka Kredit Fiktif BRI

Kejari Kabupaten Bogor Tahan Dua Tersangka Kredit Fiktif BRI



INILAH, Cibinong - Kejari Kabupaten Bogor menahan dua tersangka korupsi kredit fiktif di KCP BRI Cibinong. Seorang ketua koperasi, satu lainnya pegawai bank pelat merah itu.

HL kini tak bisa bergerak bebas lagi. Dia harus mendekam di ruang tahanan Kejakaan Negeri Kabupaten Bogor. Sehari-harinya, dia adalah account officer di Kantor Cabang Pembantu BRI Cibinong.

Kenapa ditahan? HL diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi. Dia bersama tersangka lainnya, MD, melakukan permufakatan sehingga BRI mengalami kerugian Rp4,3 miliar.


HL menyerahkan diri ke Kejari Bogor Senin malam lalu. Sebelumnya, penyidik sempat menilai tak kooperatif dan tak diketahui di mana rimbanya.

“Tersangka HL memang sempat tidak kooperatif. Lalu kami pun melakukan tindakan persuasif hingga ia dengan sukarela menyerahkan diri. Kemarin kami sudah melakukan penahanan terhadap HL karena diduga ikut melakukan tipikor bersama MD,” ucap Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Bambang Winarno kepada wartawan, Rabu (16/6).

Sebelumnya, setelah cukup barang bukti, penyidik Kejari Kabupaten Bogor telah melakukan penahanan terhadap tersangka MD (40), Selasa malam.

MD, kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Juanda, diduga melakukan tipikor hingga negara, dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengalami kerugian sekitar Rp4,3 miliar.

“Selasa malam kami melakukan penahanan tersangka tipikor berinisial MD. Penahanan ini dilakukan karena sudah terpenuhi alat bukti, di mana hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat, BRI atau negara mengalami kerugian sekitar Rp4,3 miliar,” kata Juanda.

Sarjana hukum alumni Universitas Padjadjaran ini menerangkan penyelidikan kasus tipikor ini berlangsung sejak tahun 2020 lalu, setelah pihak KCP BRI Tegar Beriman melaporkan adanya kredit macet dan diduga ada unsur tipikor.

“Awalnya KCP BRI Tegar Beriman melaporkan ada kredit macet pada  kredit Briguna. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, ternyata ada dugaan tipikor. Modusnya uang hasil pembayaran anggota Koperasi Jasa SPIS digelapkan sejak 2017 hingga 2019. Setelah jatuh tempo, baru ketahuan bahwa ada yang tidak beres,” terangnya.

Juanda menuturkan pihaknya sejauh ini sudah meminta keterangan lebih dari 10 orang saksi, baik dari KCP Tegar Beriman maupun  pengurus dan anggota Koperasi Jasa SPIS.

“Kasus ini bisa saja ada tersangka lainnya karena masih dalam penyidikan hingga bisa berkembang. Dugaan apakah ada keterlibatan pihak lain tergantung alat bukti yang ada,” tutur Juanda.

Kajari Kabupaten Bogor, Munaji, menjelaskan MD yang Ketua Koperasi Jasa SPIS saat ini dititip tahan di Ruang Tahanan Mako Polres Bogor. “Dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” katanya. (reza zurifwan)