Distaru dan RS Diminta Lebih Hati-hati Vonis Pasien Meninggal Covid-19

Distaru dan RS Diminta Lebih Hati-hati Vonis Pasien Meninggal Covid-19
Foto: Yogo Triastopo



INILAH, Bandung - Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna meminta, Dinas Tata Ruang (Distaru) dan rumah sakit Kota Bandung lebih cermat dalam memvonis pasien yang meninggal karena Covid-19. 

"Karena persoalan ini sangat sensitif. Jadi memang datanya harus valid, apakah meninggal karena Covid-19 atau bukan. Jangan karena TPU Cikadut luas, pasien menjadi divonis Covid-19," kata Ema di SMPN 43 Kota Bandung, Senin (14/6/2021). 

Dia menegaskan, apabila tempat pemakaman umum (TPU) Cikadut memang diperuntukan bagi pasien yang meninggal karena Covid-19 dengan status warga Kota Bandung. 
 
"Dari SK Wali Kota sudah menetapkan, bahwa lokasi TPU Cikadut untuk warga Kota Bandung. Karena pemahaman saya, seluruh kabupaten/Kota memiliki lokasi pemakaman khusus masing-masing," ucapnya. 


Sebelumnya, Distaru Kota Bandung memohon kerja sama dari rumah sakit agar lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19. Hal ini menghindari terjadinya pemindahan jenazah yang telah dimakamkan.

Apabila terindikasi dan mengarah pada terkonfirmasi positif, maka rumah sakit harus berkoordinasi sejak dini melalui UPT TPU Cikadut. (Yogo Triastopo)