Terciduk, Kawanan Pemalsu Dokumen Otentik Ini Ngaku Belajar Otodidak

Terciduk, Kawanan Pemalsu Dokumen Otentik Ini Ngaku Belajar Otodidak
Foto: Dani R Nugraha



INILAH,Bandung- Sat Reskrim Polresta Bandung memciduk tiga orang spesialis pemalsuan dokumen yang sejak dua tahun terakhir ini membuat berbagai dokumen otentik palsu dan dipasarkan secara online diseluruh Indonesia.

Ketiga orang pelaku tersebut diciduk polisi setelah patroti syber mencurigai sebuah situ di internet yang menjual jasa pembuatan berbagai dokumen.

Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan mengatakan, ketiga orang pelaku ini memalsukan berbagai dokumen seperti buku nikah, KTP,KK, Ijasah, Sertifikat tanah dan lain-lainnya. Biasanya, ketiga pelaku yang bertempat di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ini bekerja memalsukan dokumen berdasarkan permintaan dari konsumennya. 


"Terungkapnya kawanan pemalsuan dokumen ini berawal dari patroli cyber yang mencurigai sebuah situs bernama Berkah Dokumen. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata mereka ini memalsukan dan menjual dokumen otentik," kata Hendra, di Mapolresta Bandung di Soreang, Senin (14/6/2021).

Dikatakan Hendra, dokumen palsu ini dibuat dan dijual oleh mereka dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per dokumennya. Biasanya, pemohon menghubungi para pelaku melaui situs internet bernama Berkah Dokumen, kemudian komunikasi berlanjut melalui Whatapps. Setelah harga disepakati, pemohon diharuskan membayar uang muka dan setelah pekerjaan selesai dokumen palsu buatan Beleendah ini dikirimkan pelaku kepada pemohon melalui jasa kurir.

"Dalam sebulan rata-rata penghasilan mereka dari memalsukan dokumen ini Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Aksi mereka ini sudah berlangsung sekitar dua tahun," ujarnya.

Hendra melanjutkan, karena perbuatannya, para pemalsu dokumen otentik ini terancam 6 tahun penjara. Karena melanggar pasal 264 KUHP. Ia juga mengimbau masyarakat agar jangan tergiur atau mencoba memalsukan dokumen otentik. Karena hal tersebut adalah melanggar hukum.

Sementara itu, RF salah seorang pelaku mengakui perbuatannya sejak dua tahun lalu. Dari sekian dokumen yang telah mereka dipalsukan. KTP dan KK adalah dokumen yang paling banyak dipalsukan oleh mereka.
"Pemohon dari seluruh Indonesia karena kami jual jasanya secara online. Selama ini yang paling banyak pemohon KTP dan KK. Untuk pembuatan dokumen itu kami pasang harga dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Kebanyakan peminat dari Pulau Jawa dan pemesan terjauh dari Kalimantan," katanya.

Keahlian memalsukan dokumen ini, kata RF, diperolehnya secara otodidak. Mereka mempelajari berbagai jenis dokumen dan menirunya. Kata dia, dari berbagai jenis dokumen, yang paling sulit adalah memalsukan ijasah S1. 

"Saya lulusan SMK, belajar otodidak saja. Dan ternyata ada peminat dari jasa pembuatan dokumen yang kami kerjakan ini," ujarnya.(rd dani r nugraha).