Covid-19 Merajalela, 13 Kantor SKPD di Garut Tutup Sementara

Covid-19 Merajalela, 13 Kantor SKPD di Garut Tutup Sementara
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Sedikitnya 14 kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut dalam pekan ini terpaksa ditutup sementara akibat banyaknya pejabat dan pegawai setempat terpapar Covid-19.

Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, SKPD melakukan penutupan aktivitas kantornya itu yakni kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD), Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral, Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemuda dan Olahraga, kantor Sekretariat Daerah termasuk kantor Bupati dan Wabup Garut, dan kantor Sekretariat DPRD Garut.

Beberapa kantor SKPD tersebut ditutup mulai 9 hingga 11 Juni 2021, semisal kantor Sekretariat Daerah dan kantor Sekretariat DPRD. Beberapa lainnya mulai 11 hingga 14 Juni 2021.


Penutupan kantor dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. 
Akan tetapi, kendati ditutup, pelayanan kantor tetap berjalan dengan mengalihkan pelayanan tatap muka menjadi melalui pelayanan daring, sesuai aplikasi layanan serta nomor kontak disediakan masing-masing SKPD. Semisal layanan Social Center dengan nomor kontak 0821-3039-4349 yang disediakan Dinas Sosial, dan http://bit.ly/kirimsuratDiskominfo dengan nomor kontak 055-295-133-821.

"Selama penutupan kantor, seluruh pegawai Diskominfo tetap melakukan pelayanan secara WFH (Work From Home)," kata Kepala Diskominfo Garut Muksin. 

Akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Garut mencapai sebanyak 12.102 orang. Sebanyak 530 atau 533 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan mereka dinyatakan sudah sembuh mencapai sebanyak 9.093 orang.

Lainnya sebanyak 1.969 orang masih isolasi mandiri, dan sebanyak 507 orang dalam isolasi perawatan rumah sakit. (Zainulmukhtar)