Gus Udin Ajak Himabo Berkontribusi dalam Pembangunan Kabupaten Bogor

Gus Udin Ajak Himabo Berkontribusi dalam Pembangunan Kabupaten Bogor
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Himpunan Mahasiswa Bogor (Himabo) Jakarta kembali menggelar Badami Ageung tahun kepengurusan 2019-2020. 

Dalam runutan agenda rutin tahunan itu terselip diskusi hangat bertema "Arah Pembangunan Kabupaten Bogor". Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor Saepudin Muhtar mengaku peran serta dan pemikiran mahasiswa sangat penting dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Bogor.

Dia menuturkan, Himabo merupakan salah satu organisasi primordial yang penting dalam menjaga soliditas mahasiswa Bogor yang belajar di DKI Jakarta. 


"Saya berharap Himabo Jakarta ini bisa memperkuat budaya intelektualitas dalam membangun Kabupaten Bogor," kata pria yang akrab disapa Gus Udin. 

Gus Udin menuturkan, dalam bonus demografi ini Pemkab Bogor sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran dan kontribusi langsung dari mahasiswa sebagai masyarakat terdidik. 

"Kontribusi yang sangat nyata terhadap kabupaten Bogor setelah nanti mereka mengabdikan diri juga dibutuhkan. Sehingga nanti  mereka mampu mendedikasikan waktunya, memberikan kontribusi yang konkrit kepada kabupaten Bogor," lanjut Gus Udin. 

Selain itu, pria yang juga pengurus MUI Kabupaten Bogor ibi juga memberikan wejangan kepada anggota dan pengurus Himabo Jakarta untuk tetap menikmati proses dalam berorganisasi. Karena menurutnya, kepemimpinan tidak lahir dari orang-orang yang tidak berproses. 

"Sehingga proses ini harus dinikmati. Ada beberapa fase dalam organisasi untuk mencapai kepemimpinan yang baik, salah satunya fase musta'malah atau dipakai," jelasnya. 

Fase kedua, papar dia, yakni dauroh mu'tarofah atau pengenalan dimana dalam fase ini orang-orang mulai mengenal personal seseorang dan potensi yang ada dalam orang tersebut.

"Fase ketiga yaitu dauroh mu'tabaroh atau pengakuan. Dari potensi-potensi yang dia miliki, nantinya akan menjadi tempat rujukan," paparnya. 

Dauroh terakhir, lanjut Gus Udin, yaitu dauroh muhtarom atau fase dihargai/dihormati yang mana di fase ini ini tidak bisa lepas dari diri seseorang tanpa melewati tiga fase sebelumnya. (Reza Zurifwan)