Keren, Penyandang Disabilitas Ini Bisa Memodifikasi Motor

Keren, Penyandang Disabilitas Ini Bisa Memodifikasi Motor
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Punya keahlian menjahit, penyandang disabilitas Heri Purwandi tak menyangka dirinya bersama teman-teman bisa memodifikasi kendaraan roda tiga menjadi kendaraan unit usaha seperti menjahit, menjual kopi, menjual sayur mayur dan lainnya. 

"Dulu, belasan tahun lalu berbekal pelatihan di Balai Besar Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Intan Suweni Cibinong saya bisa menjahit. Dengan pelatihan 10 hari, ternyata saat ini  dalam waktu seminggu dan bersama 8 orang lainnya kok dalam waktu seminggu bisa memodifikasi 3 unit  kendaraan roda tiga unit usaha," ucap Heri kepada wartawan, Minggu (13/6/2021).

Ayah dua orang anak ini menerangkan ia yang belum lama terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di sebuah pabrik garment dengan mengikuti pelatihan, lalu ikut produksi kendaraan roda tiga unit usaha hingga  bisa mendapatkan gaji sesuai upah mininum kabupaten (UMK).


"Saya termasuk korban PHK karena pabrik garmen tempat saya bekerja terkena dampak pandemi Covid-19. Sempat kerja serabutan dengan penghasilan tak menentu, alhamdulillah sejak akhir Lebaran saya bisa bekerja lagi dengan upah yang layak yaitu sebesar Rp4,2 juta perbulan," terang pria berusia 40 tahun ini.

Kepala BBRVBD Intan Suweni Cibinong MO Royani menuturkan, perakitan kendaraan roda tiga unit usaha diharapkan tidak hanya menjadi kendaraan semata, tetapi juga pendukung kewirausahawan sesuai minat masing-masing penyandang disabilitas.

"Modifikasi atau perakitan kendaraan roda tiga unit usaha yang dilakukan oleh penyandang disabilitas ini akan diserahkan lagi ke penyandang disabilitas yang lain sehingga mereka bisa punya peghasilan dan hidup mandiri," tutur Royani.

Dia menambahkan, BBRVBD Intan Suweni Cibinong hingga saat ini ditargetkan bisa memproduksi 50 unit kendaraan roda tiga unit usaha. Perakitan ini juga akan dilakukan di BBRVBD lainnya di luar Bumi Tegar Beriman.

"Kriteria penyandang disabilitas yang akan mendapatkan bantuan hibah kendaraan roda tiga unit usaha ini diharuskan bisa mengendarai kendaran bermotor, proses perakitan ini kami bekerjasama dengan produsen motor Viar Motor Indonesia. Nilai motor roda tiga ini mulai dari Rp35-60 juta per unitnya," tambahnya.

Royani menuturkan, seberapa parah disabilitas seseorang asalkan dididik secara telaten maka dia akan bisa melakukan apapun yang mereka mau, termasuk merakit kendaraan roda tiga unit usaha.

"Sepanjang dia mau, para penyandang disabilitas baik yang tak punya tangan ataupun tak punya kaki hingga tidak bisa mendengar, mereka bisa bekerja di bidang apapun karena kita melatih mereka di subsistem pekerjaannya," tutur Royani. (Reza Zurifwan)