Ini Cara Persib Jika Geoffrey Castillion Sudah Merapat ke Tim

Ini Cara Persib Jika Geoffrey Castillion Sudah Merapat ke Tim
Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya. (istimewa)



 

INILAH, Bandung - Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya mengaku belum menyiapkan program latihan untuk Geoffrey Castillion. Pasalnya, striker asal Belanda itu masih belum bisa bergabung dengan tim.

Menurutnya, diperlukan observasi untuk mengetahui kondisi terbarunya. Terlebih, pemain jebolan Ajax Junior ini sudah cukup lama beristirahat usai masa peminjamannya bersama Como 1907 berakhir.


"Biasanya kita akan melakukan check up dulu, observasi, kita menanyakan kondisinya bagaimana, kemudian apa yang sudah dibuat ketika sebelum datang ke sini," ujar Yaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung.

Yaya memastikan program yang diberikan tergantung dari kondisi fisik Geoffrey Castillion sehingga hal itu tidak akan menyulitkannya dalam menjalani setiap sesi latihan yang diberikan.

"Karena kita tidak tahu ada keluhan apa. Misalnya baik-baik saja tetap melakukan latihan dengan aktivitas bersama tim di sana kita belum tahu. Kita tunggu di sini, kita akan bicara, baru kita lakukan adaptasi dan ini tergantung percakapan dengan pemain," jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, skuat Persib Bandung terus mengalami progres di setiap sesi latihan yang dilakukan. Baik dari aerobik hingga jarak tempuh dalam setiap tes yang dijalani.

"Kemudian dari kualitas saya yakin yang kita buat dengan semakin memperbanyak jumlah. Semoga waktu istirahat yang semakin pendek itu menunjukkan kualitas mereka semakin lama akan semakin meningkat. Karena di saat pemain butuh kondisi aerobik yang betul-betul siap untuk permainan berikutnya tetapi mereka juga dituntut dalam waktu istirahat yang pendek mereka coba memulihkan kondisinya secepat mungkin," katanya.

Meski demikian, Yaya tidak bisa menyebutkan pemain yang memiliki nilai tinggi selama menjalani latihan. Sebab, masing-masing pemain memiliki cara tersendiri dalam berusaha meningkatkan kondisi fisiknya.

"Ada pemain yang sisi aerobik mereka bagus tapi dalam pertandingan beberapa yang kondisi ketika di sisi aerobiknya bagus belum tentu memiliki distance yang bagus. Jadi kita coba merangsang ke pemain supaya mereka tetap melakukan peningkatan baik diri sendiri maupun tim. Kalau misalnya kita lihat ada beberapa pemain  menunjukkan kualitas yang cukup bagus dari VO2Max mencapai 61 kemudian dari distance ada beberapa pemain gelandang yang punya distance yang cukup bagus," pungkasnya. (muhammad ginanjar)