Para Santri di 144 Ponpes Kota Bogor Segera Dilakukan Swab Test

Para Santri di 144 Ponpes Kota Bogor Segera Dilakukan Swab Test
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Pemkot Bogor tengah memetakan pondok pesantren (ponpes) di Kota Bogor untuk melaksanakan swab test antigen dan polymerase chain reaction (PCR). Tercatat, ada 144 ponpes Kota Bogor yang jadi prioritas menjalani tes pemeriksaan Covid-19 tersebut.

"Besok akan dilaksanakan pertemuan untuk memastikan santri yang kembali masuk ke Kota Bogor dari daerah lain akan di rapid test antigen," ungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, jika saat pemeriksaan rapid test antigen ada yang positif maka akan diarahkan untuk PCR. Adanya beberapa kasus klaster keluarga menjadi perhatian serius Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor. 


"Pertama klaster Perumahan Griya Melati Bubulak, ke dua klaster ponpes Bina Madani Harjasari, dan terakhir klaster Puskesmas Kayumanis dan Pustu Kencana yang menyebabkan 11 tenaga kesehatan terpapar Covid-19," tuturnya.

Dedie menekankan, adanya klaster Covid-19 setelah Idul Fitri adalah suatu hal dikhawatirkan Pemkot Bogor, disini bisa dimengerti, kenapa pemerintah melaksanakan larangan mudik. 

"Larangan mudik itu karena penuh dengan risiko, dan buktinya sekarang," terangnya.

Dedie menjelaskan, para santri yang kembali dari kampung halamannya ke ponpes Bina Madani, Kelurahan Harjasari rupanya terpapar Covid-19. 

"Akibatnya ada 65 orang yang terpapar. Mohon maaf ya, yang repot kan akhirnya Pemkot Bogor juga," jelas Dedie.

Dedie membeberkan, saat ini puluhan santri yang terpapar Covid-19 sudah dibawa ke pusat isolasi BKPP Ciawi Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk klaster puskesmas belum ada keterbaruan, meski dirinya sudah memetakan kepada siapa saja yang melakukan kontak erat.

"Sebanyak 40 orang masih menunggu proses PCR. Sebagian besar nakes, kan awalnya dokter gigi bergejala, kontak erat dengan nakes tapi sudah dilakukan tracing. Jadi kita tunggu hasilnya," pungkasnya. (Rizki Mauludi)