Sandiaga Hadirkan Hotel Kapsul

Sandiaga Hadirkan Hotel Kapsul
istimewa



INILAH, Sumatera Utara - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mendorong percepatan pemulihan Parekraf di kawasan Danau Toba.

Percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba, Sumatera Utara mulai terasa.

Kali ini, Kemenparekraf bekerjasama dengan Bobobox menghadirkan hotel berkonsep kapsul di The Kaldera Toba, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.


Kabar baik itu disampaikan Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ketika meninjau proses pembangunan bobobox pada Rabu (09/06/2021).

Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno menyaksikan tahapan pembangunan hotel hasil kerjasama dengan skema public private partnership (PPP) itu secara langsung.

Pengerjaan hotel yang berada di kawasan Otorita Danau Toba itu diungkapkannya telah mencapai sekitar 40 persen dari target pembangunan sebanyak 30 unit bobobox.

Dirinya pun optimis target pengoperasian hotel yang dijadwalkan pada Juni 2021 dapat tercapai.

"Hari ini (pembangunannya) sudah mendekati 40 persen kesiapannya dan kita harapkan akhir bulan Juni ini sudah bisa diujicobakan 30 unit," ungkap Sandiaga Uno.

Masih menurutnya, pembangunan hotel yang direncanakan sejak Maret 2021 itu menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam pemulihan sektor parekraf nasional.

Hal tersebut katanya sejalan dengan platform 3G, yakni Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama) dan Gaspol (garap semua potensi) yang diinisiasinya bersama Kemenparekraf.

"Ini adalah merupakan perwujudan dari 3G, Gercep-gerak cepat, jadi enam bulan setelah kita bertugas kita lihat satu fasilitas yang sudah selesai, kita Geber-gerak bersama karena kita ini bekerjasama dengan bobobox, ini adalah dunia usaha-investor, mereka yang berinvestasi, kita menyediakan lahan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan," papar Sandiaga Uno.

"Dan terakhir adalah gaspol, kita garap semua potensi, karena nanti di tahap kedua jika 30 kabin ini mendapatkan respon yang positif, kita akan lanjutkan dengan 30 kabin selanjutnya di tahun kedua," jelasnya.(inilah.com)