PLN Pasok Listrik Industri Bubur Kertas dan Kertas

PLN Pasok Listrik Industri Bubur Kertas dan Kertas
istimewa



INILAH, Bandung - Diyakini sebagai akselerator pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19, PLN menjalin kerja sama dengan PT Tjiwi Kimia. Selain memenuhi kebutuhan listrik industri bubur kertas, simbiosis mutualisme itu pun dapat meningkatkan produktivitas sistem kelistrikan PLN.

“Kami terus perkuat sistem agar mampu memperluas dukungan kepada industri, kawasan, sentra perekonomian maupun UMKM agar sama-sama dapat tumbuh bersama dan produktif bersama membangun bangsa,” kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini usai penandatanganan surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL) di Jakarta, Selasa (8/6/2021).
 
Menurutnya, dengan adanya komitmen bersama itu PLN siap memasok kebutuhan listrik PT Tjiwi Kimia yang merupakan bagian dari Sinarmas Group yang berlokasi di Jawa Timur. Dengan perjanjian bisnis itu,  PLN dan PT Tjiwi Kimia sepakat atas pasokan listrik tambahan dari PLN kepada Tjiwi Kimia atas penonaktifan operasional pembangkit mandiri sebesar 1x30 MW dengan pemberian insentif tarif yang memadai. 

“PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik, memberikan pelayanan terbaik dan menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi. Hal ini selaras dengan agenda transformasi yaitu mengubah PLN menjadi demand driven organization,” ujarnya. 


PLN meyakini kondisi pasokan listrik yang cukup merupakan motor untuk menggerakan roda perekonomian pada masa pandemi Covid-19. Melalui inovasi layanan, PLN berupaya menjadikan surplus listrik menjadi solusi energi yang terbaik bagi pelanggan khususnya segmen industri dan bisnis. 

Salah satu solusi energi yang dihadirkan bagi pelanggan industri yakni dengan penyediaan insentif memadai melalui layanan insentif tarif progresive captive power acquisition. 
Melalui layanan tersebut, pelanggan yang bersedia mengalihkan penggunaan listrik mandiri dari pembangkitnya ke listrik PLN akan mendapatkan insentif tarif listrik sekaligus keandalan pasokan listrik secara penuh dari PLN. 

“Intinya, PLN memastikan pasokan listrik di seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi cukup. PLN siap berkerja-sama, berkolaborasi, tumbuh dan berkembang bersama industri Indonesia guna menggerakan roda perekonomian bangsa,” sebutnya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Tjiwi Kimia Suhendra Wiriadinata mengatakan program inovasi PLN itu merupakan salah satu wujud sinergi nyata antara PLN dengan industri bubur kertas dan kertas. Kerja sama bisnis yang dijalin itu pun dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan industri dalam negeri pascapandemi seperti yang dicanangkan pemerintah. 

“Melalui kerja sama ini, kiranya dapat menjadi langkah awal upaya bersama yang akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak. Tak hanya di Tjiwi, program serupa bisa kita coba replikasi di Indah Kiat di Perawang Riau, Pindo Deli 1-2-3 dan rencana pabrik Pindo Deli ke-4 di Karawang Jabar, maupun di pabrik-pabrik kami lainnya,” ujar Suhendra. 

Tak hanya itu, melalui kerja sama itu pihaknya juga meyakini dapat menambah ketahanan dan keandalan pasokan listrik serta meningkatkan daya saing di tengah industri bubur kertas dan kertas yang semakin meningkat.  

Dia menegaskan, industri bubur kertas dan kertas Indonesia saat ini berada di posisi ketiga terbesar di Asia dan keenam di dunia. Industri ini diyakininya akan terus tumbuh di era e-commerce serta meningkatnya kebutuhan higienitas dan sanitasi seperti sekarang ini. 
Sedangkan, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari berharap program inovasi layanan dari PLN dapat memberikan manfaat bagi pelanggan dan PLN. 

“Bagi pelanggan ini bisa menghemat biaya produksi, serta sebagai langkah mengurangi emisi karbon. Pelanggan juga menjadi lebih fokus untuk mengelola bisnisnya. Kami berharap kerja sama ini dapat membuat Tjiwi Kimia dapat lebih kompetitif baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Ida. (Doni Ramdhani)