Revitalisasi Alun-alun, Tingkatkan Kebahagiaan Lahir Batin Masyarakat Jabar

Revitalisasi Alun-alun, Tingkatkan Kebahagiaan Lahir Batin Masyarakat Jabar



INILAH, Bandung - Tambah satu alasan yang membuat masyarakat Jawa Barat bangga. Pasalnya, ruang publik ikonik sedang diproyeksikan hadir di setiap daerah.

Hal itu sejurus dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang sangat serius merevitalisasi Alun-alun di 27 kabupaten/kota. Di mana, kegiatan strategis provinsi ini adalah bentuk komitmen Gubernur Ridwan Kamil yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Jawa Barat Boy Iman mengatakan, hingga 2021 ini pihaknya telah melakukan pembangunan pada alun-alun yang berada di beberapa kabupaten/kota.


"Antara lain, Alun-alun di Kota Majalengka, Alun-alun Kejaksan di Kota Cirebon, Alun-alun Kota Kuningan, Alun-alun Kota Sumedang, dan Alun-alun di Parigi Pangandaran," ujar Boy kepada Inilahkoran, Rabu (9/6/2021).

Sedangkan yang sudah fungsional, Boy melanjutkan, yaitu Alun-alun Kejaksan di Kota Cirebon, Alun-alun Kota Majalengka, dan juga Alun-alun Kota Sumedang.

"Serta Alun-Alun Paamprokan di Pangandaran yang merupakan CSR dari salah satu Dunia Usaha di Pangandaran," imbuhnya.

Boy melanjutkan, saat ini terdapat alun-alun yang masih dalam proses penyelesaian, seperti Alun-alun Parigi di Pangandaran. Selain itu, juga sedang mengejar pembangunan tahap dua di Alun-alun Kota Kuningan.

"Dan yang akan berproses yaitu Alun-Alun Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, dan Kota Bogor," katanya.

Boy menjelaskan, Pemprov Jabar berharap revitalisasi alun-alun ini dapat terlaksana di 27 kabupaten/kota hingga 2023 nanti. Di mana hal itu sesuai dengan target yang ada di RPJMD.

Disinggung soal anggaran, Boy tidak menyebut angka. Hanya saja dia mengaku relatif variatif lantaran disesuaikan dengan sejumlah hal, seperti luas alun-alun yang direncanakan beserta fungsi dan perannya.

"Serta kearifan lokal dari setiap kabupaten Kota," tambah dia.

Kendati demikian, dia memastikan Pemprov Jabar di masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil sangat rasional dan proporsional dalam pengalokasian anggaran. Selain itu, alokasi anggarannya pun tidak mengganggu kebutuhan-kebutuhan pokok dan dasar lainnya.

"Pemerintah Provinsi tidak memaksakan realisasi dari program (revitalisasi alun-alun) ini, karena tergantung juga dengan perminatan dari kabupaten kotanya," jelasnya.

Boy memaparkan, Pemprov Jabar memiliki sejumlah harapan dengan  hadirnya wajah baru Alun-alun di setiap kabupaten kota kelak. Yang pertama, yaitu terjaganya alokasi lahan terbuka di setiap kota.

Selain itu, juga tersedia ruang publik yang ramah lingkungan dan ramah anak. Termasuk adanya landmark kota yang bisa mencirikan karakter dan budaya kehidupan masyarakat kota itu sendiri.

"Serta menyediakan ruang relaksasi bagi masyarakat untuk meningkatkan imun dan kebahagiaan lahir batinnya," ucapnya.

Tidak hanya itu, Boy menambahkan, alun-alun juga sebagai pusat interaksi, dapat menjadi pemicu tumbuhnya usaha masyarakat di sekitaran alun-alun.

"Tentunya tanpa merusak tatanan ruang yang sudah direncanakannya," katanya.

Dalam upaya revitalisasi ini pun, bukan tanpa kendala yang dihadapi oleh pihaknya, terutama lebih pada teknis pelaksanaan.

Mengingat fungsi alun-alun yang akan direvitalisasi saat ini sudah fungsional, sehingga pada saat pelaksanaan masyarakat pengguna tidak sabar untuk memanfaatkannya kembali. 

"Dan kondisi pandemi saat ini dapat meminimalisir situasi di lapangan," katanya.

Kendati dapat meminimalisir kehadiran masyarakat yang sudah tidak sabar untuk memanfaatkan alun-alun, namun kondisi pandemi juga membuat pihaknya harus melakukan sejumlah penyesuaian.

"Misalnya, dilakukan (revitalisasi) secara bertahap tanpa mengurangi fungsi, peran serta rancang bangun alun-alun tersebut," pungkas Boy. (riantonurdiansyah)