UPI Kukuhkan Delapan Guru Besar Tahun 2021

UPI Kukuhkan Delapan Guru Besar Tahun 2021
Istimewa



INILAH, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pengukuhan delapan guru besar di Gedung Achmad Sanusi, kampus UPI Bumi Siliwangi, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, selama dua hari (8-9/6/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom untuk para peserta dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, keluarga, kolega serta masyarakat di Indonesia.

Bagi para peserta yang mengikuti kegiatan pengukuhan, mereka harus mengikuti standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dan peserta mengikuti tes antigen dan tes PCR.


Pada sesi pertama, UPI mengangkat empat pemikiran yaitu pertama, tentang kajian keperilakuan dalam manajemen keuangan serta sumbangannya untuk pendidikan literasi keuangan yang disampaikan oleh Nugraha, sebagai guru besar bidang ilmu manajemen.

Kedua, pemikiran kedua tentang pendidikan kewirausahaan dan digitalpreneur disampaikan oleh Hari Mulyadi, sebagai guru besar bidang pendidikan kewirausahaan. Ketiga tentang kebijakan dalam pembangunan olahraga nasional disampaikan oleh Amung Ma’Mun, sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kebijakan dan Pengembangan Olahraga.

Keempat pemikiran keempat tentang Jurus Linguistik Forensik dalam Mengawal Demokratisasi Di Ruang Virtual disampaikan oleh Aceng Ruhendi Syaifullah, sebagai guru besar bidang ilmu linguistik forensik.

Sementara pada sesi kedua, dalam penyelenggaraan pengukuhan guru besar UPI mengangkat empat pemikiran yaitu pertama, pemikiran pertama tantang Pemanfataan Teknologi Telekomunikasi di Masyarakat: status, permasalahan dan prospeknya disampaikan oleh Enjang Akhmad Juanda, sebagai guru besar bidang Ilmu Teknologi Telekomunikasi.

Kedua, pemikiran tentang Model Komunikasi dalam Praktek Pendidikan disampaikan oleh Edi Suryadi, sebagai guru besar bidang ilmu komunikasi pendidikan. Ketiga pemikiran, Strategi Merubah Mindset dari Job Seekers Menjadi Job Creators Untuk Membangun Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi Digital disampaikan oleh B Lena Nuryanti Sastradinata sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi.

Keempat, pemikiran Profesi Bimbingan Konseling dan Supervisi Klinis disampaikan oleh Agus Taufiq, sebagai guru besar bidang Bimbingan dan Konseling.

Ketua Dewan Guru Besar UPI Karim Suryadi mengatakan bahwa forum pengukuhan guru besar dilakukan dalam rangka memberikan pandangan ke publik dalam bidang ilmunya sebagai guru besar yang besar jiwanya, tinggi ilmunya dan rendah hatinya.

Selain itu kata Karim, kearifan pandangan guru besar yang tidak mengenal bias, tidak menghakimi realitas berdasarkan pandangan yang tidak etnosentrik serta bertindak secara akurat dan tepat. Pengukuhan guru besar UPI ini sebagai kesimpulan para guru besar dengan berbagai pemikiran mewakili guru besar tentang kecepatan, akurasi dan kekuatan.

"Untuk meralisasikanya pemikiran dan tindakanya perlu untuk vitalitas moral. Pengukuhan guru besar ini berupaya merayakan kejujuran, kepedulian dan kesederhanan dari buah pemikiran para guru besar UPI," ujar Karim.

Sementara itu, Rektor UPI, M. Solehuddin menyampaikan bahwa jabatan guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi di perguruan tinggi. UPI berupaya mengembangkan berbagai kebijakan dan program dalam rangka memfasilitasi, mendorong dan meningkatkan capaian guru besar UPI.

"Setiap dosen UPI berhak dan terbuka untuk menjadi guru besar. Semoga para dosen UPI dapat bekerja keras dapat mencapai raihan guru besar. Karakteristik guru besar harus berbicara di berbagai forum terkait bidang keilmuan dalam rangka pembangunan masyarakat dan bangsa dan negara," tambahnya. (Okky Adiana)