Dirut Perumda Tirta Pakuan Minta Penanganan Zona 1 Dipercepat

Dirut Perumda Tirta Pakuan Minta Penanganan Zona 1 Dipercepat



INILAH, Bogor - Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan meminta jajarannya lebih cepat menyusun program penanganan gangguan di wilayah zona 1, karena gangguan pelayanan di beberapa titik zona 1 harus segera diselesaikan agar pelanggan kembali terpuaskan. Hal itu diungkapkan Rino saat melantik empat pejabat Tirta Pakuan di Reservoir Rancamaya di Kelurahan Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor pada Selasa (8/6/2021) sore.

 

Rino mengatakan, Reservoir Rancamaya menyuplai air bersih ke sebagian wilayah zona 1 seperti Kelurahan Rancamaya, Kertamaya, Bojongkerta, Dekeng, sebagian Cipaku dan Batutulis (wilayah Bogor Selatan), serta Tajur Bogor Timur.


 

"Pelantikan di sini (Reservoir Rancamaya,red) adalah simbol bahwa penanganan gangguan di zona 1 harus dipercepat. Seluruh perencanaan kegiatan harus selesai secepatnya, lalu eksekusi segera," tutur Rino.

 

Rino melanjutkan, empat pejabat yang dilantik itu antara lain Asep Supriatna sebagai Manajer Perencanaan dan Pengawasan Teknik, Deni Rachmat sebagai Manajer Perlengkapan, Agus Cahyono dilantik jadi Asisten Manajer Pengaliran dan Jaringan dan Dewi Puspitasari dikukuhkan sebagai Asisten Manajer Humas.

 

"Dari sini saya ajak seluruh pegawai, mari samakan tujuan, goal, tugas utama, semuanya demi kepuasan pelanggan. Semua manager dan asisten manajer harus tahu, kemana kita harus berlabuh. Tujuan akhirnya adalah kepuasan pelanggan. Mudah-mudahan ini memotivasi," tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf membeberkan program percepatan perbaikan layanan Tirta Pakuan, sejumlah program perbaikan layanan zona 1 telah tersusun, terbagi menjadi program jangka pendek, jangka menengah dan jangkap panjang. Beberapa telah berjalan, sebagian dalam proses perencanaan.

 

"Program jangka pendek antara lain pengaturan sistem pengaliran untuk menjaga level Reservoir Rancamaya dengan menghentikan sementara pompa distribusi Warung Nangka. Pemeriksaan jalur pipa distribusi yang terindikasi bocor, serta interkoneksi pipa dari zona lain yang pasokan airnya berlebih," tuturnya.

 

Ardani menambahkan, sementara program jangka menengah antara lain perbaikan Preassure Reducing Valve (PRV) untuk mengatur tekanan. Penggantian pipa distribusi untuk menekan kehilangan air dan menambah tekanan, serta penambahan kapasitas IPA Rancamaya sebesar 50 liter perdetik. 

 

"Sedangkan program jangka panjang adalah penambahan kapasitas IPA Rancamaya menjadi 200 liter perdetik," tambah pria berkacamata itu.

 

Diketahui, pelantikan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bogor sekaligus Ketua Dewan Pengawas Tirta Pakuan Syarifah Sofiah Dwikorawati, anggota Dewan Pengawas Dodi Rosadi, Direktur Umum Rivelino Rizky, Direktur Teknik Ardani Yusuf, para manajer dan asisten manajer. Usai pelantikan, Sekda didampingi direksi mengunjungi Intake Cikreteg Sungai Cikreteg yang menjadi sumber air baku IPA Rancamaya. (rizki mauludi)