Garut Outbreak Covid-19, Bertambah 253 Positif dan 9 Meninggal

Garut Outbreak Covid-19, Bertambah 253 Positif dan 9 Meninggal
istimewa



INILAH, Garut-Seperti dikhawatirkan, akhirnya Kabupaten Garut mengalami outbreak atau lonjakan peningkatan luar biasa penambahan volume harian kasus Covid-19 daripada sebelumnya. 

Status outbreak Covid-19 dialami Garut tersebut disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan menyusul adanya laporan penambahan volume harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 253 orang pada Selasa (8/6/2021). 

Penambahan sebanyak 253 positif Covid-19 itu membuat akumulasi pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut kini menembus angka 11.248 orang dari semula sebanyak 10.995 orang. 


INILAH mencatat, rekor tertinggi penambahan volume harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut sebelumnya tercatat pada 6 Juni 2021 yang mencapai sebanyak 219 orang.

Menghadapi outbreak kasus Covid-19 itu, menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, Pemkab Garut terpaksa membuka kembali ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di beberapa tempat pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit swasta. Antara lain RS TNI Guntur Jalan Bharatayudha dan RS Medina Wanaraja. Total bed perawatan ditambahkan untuk menampung para pasien Covid-19 mencapai sebanyak 150 unit.

Sebelumnya, jumlah ruang perawatan tersedia untuk pasien Covid-19 di Garut mencapai sebanyak 400 unit. Sebanyak 200 unit di antaranya di RSU dr Slamet Garut, dan 200 unit lainnya di tempat isolasi perawatan di Rumah Susun Gandasari Jalan Bayongbong Kecamatan Cilawu, dan gedung Islamic Center Garut Jalan Pramuka Kecamatan Garut Kota.

Rudy pun meminta masyarakat meningkatkan protokol kesehatan guna menekan lonjakan kasus Covid-19 tersebut. Apalagi peningkatan kasus Covid-19 saat ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Garut melainkan di seluruh wilayah Jawa Barat. 

"Ayo lindungi diri sendiri, lindungi keluarga tercinta gunakan masker untuk keamanan kita ! Kita memohon kepada Allah, semoga kita mendapatkan pelindungan dan keselamatan !" ingat Rudy yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut. 

Keterangan Satgas Penanganan Covid-19 Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, penambahan sebanyak 253 kasus baru positif Covid-19 itu ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR sebanyak 109 orang, serta rapid tes antigen pada kontak erat dan suspek sebanyak 144 orang. 

Mereka terdiri 132 perempuan dan 121 laki-laki berusia antara tiga bulan sampai 84 tahun dari 30 kecamatan. Kebanyakan mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (34 orang), disusul Kecamatan Garut Kota (28 orang), Bayongbong (24 orang), Leles (22 orang), Tarogong Kaler (18 orang), Karangpawitan (15 orang), dan Kecamatan Banyuresmi (14 orang). 

Selain penambahan sebanyak 253 kasus baru positif Covid-19, terjadi pula penambahan pasien positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak sembilan orang. Mereka terdiri tiga perempuan dan enam laki-laki berusia antara 41 tahun sampai 78 tahun dari sembilan kecamatan. 

Akumulasi pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Garut pun bertambah menjadi sebanyak 490 orang, atau sekitar 4,36 persen dari total pasien positif Covid-19 sebanyak 11.248 orang. 

Pada saat bersamaan, hanya terdapat sebanyak 34 pasien dinyatakan selesai pemantauan isolasinya. Sehingga akumulasi pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 9.032 orang, atau sekitar 80,3 persen. 

Jumlah pasien positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan rumah sakit sendiri mencapai sebanyak 409 orang. Sedangkan pasien positif menjalani isolasi mandiri mencapai sebanyak 1.314 orang. 

Satgas juga mencatat, selain pasien positif, terdapat pula pasien berstatus suspek masih menjalani isolasi perawatan rumah sakit sebanyak 41 orang. Sedangkan pasien suspek sedang isolasi mandiri mencapai sebanyak 348 orang.(zainulmukhtar)