Walau Debutan, Finlandia dan Makedonia Utara Bukan Pelengkap EURO 2020

Walau Debutan, Finlandia dan Makedonia Utara Bukan Pelengkap EURO 2020
Ilustrasi (antara)



INILAH, Bandung - Jika Anda penggemar Serie A, pasti pernah mendengar nama Goran Pandev. Dan jika Anda lebih mengikuti Liga Premier Inggris, dua musim yang lalu jelas sempat mengenali demam Teemu Pukki.

Maka berbahagialah, babak utama EURO 2020 yang akan diawali laga pembuka pada 11 Juni waktu Italia bakal diwarnai kehadiran dua nama di atas sebab tim nasional Makedonia Utara dan Finlandia bakal ambil bagian.

Keduanya menjadi dua tim yang berkesempatan melakoni debut di babak utama kejuaraan se-antero Eropa itu, sekaligus penampilan perdana di putaran utama semua turnamen internasional.


Kendati sama-sama berstatus debutan, bukan berarti Finlandia dan Makedonia Utara hanya akan memainkan peranan sebagai pelengkap turnamen.

Sejak Piala Eropa mengadopsi format penyisihan grup di babak utamanya mulai 1980, banyak tim debutan yang berhasil menciptakan kejutan.

Sebut saja Portugal dan Swedia yang masing-masing debut di babak utama EURO 1984 dan 1992, serta sama-sama bisa mencapai babak semifinal.

Jika jumlah peserta delapan tim dan hanya dua grup di dua edisi tersebut dinilai belum cukup jadi gambaran kejutan tim debutan, tinggal menengok ke EURO 2016 lalu.

Wales yang melakoni debut EURO lima tahun silam di Prancis, mampu mencapai semifinal dengan menjungkalkan Belgia yang kala itu dielu-elukan tengah berada di puncak performa generasi emasnya.

Pada akhirnya jargon klasik “bola itu bundar” memang berlaku di kompetisi level dan skala apapun.

Huuhkajat menuntaskan penantian panjang

Lebih dari setengah abad lamanya, Finlandia terus menerus gagal melewati babak kualifikasi EURO dan nama-nama kesohor seperti Jari Litmanen, Sami Hyppia dan Mikael Forssel tidak bisa mengubah keadaan itu.

Segalanya berubah pada 15 November 2019, ketika mereka mengalahkan Liechtenstein 3-0 dan memastikan skuad berjuluk Huuhkajat alias Burung Hantu-Elang itu mendampingi Italia meraih tiket babak utama EURO 2020 dari Grup J fase kualifikasi.

Pukki, pemain paling identik dengan sepak bola Finlandia era kiwari, jadi top skor di grup itu dengan 10 gol atau hanya dua gol lebih sedikit dari kapten Inggris Harry Kane sebagai top skor seluruh fase kualifikasi.

Raihan ini jadi lompatan gemilang, jika menilik fakta bahwa sekira dua tahun sebelumnya Finlandia mencapai titik terendah mereka di ranking FIFA yakni urutan ke-110.

Pukki adalah satu dari lima nama yang sudah familiar ditangani oleh pelatih Finlandia, Markku Kanerva. Pada 2009 Pukki juga menjadi berada di bawah bimbingan Kanerva ketika mencetak sejarah pertama kalinya meraih tiket babak utama EURO U-21.

Selain Pukki, kiper Anssi Jaakkola, bek Joona Toivio dan Jukka Raitala serta gelandang sekaligus kapten Tim Sparv adalah bagian skuad besutan Kanerva lebih dari sedekade silam.

Di luar nama-nama familiar, ada kiper utama Bayer Leverkusen Lukas Hradecky serta gelandang Rangers Glen Kamara yang baru saja mengkudeta dominasi Celtic di Liga Skotlandia.

Kanerva menyebut kelolosan ke babak utama EURO 2020 adalah sebuah perwujudan mimpi lintas generasi yang menjadi kenyataan bagi Finlandia.

Tentunya Pukki dkk. tidak ingin mimpi itu hanya berlangsung sejenak, dan Finlandia punya kesempatan yang relatif terbuka menandai penantian panjang mereka dengan torehan gemilang di fase grup EURO 2020.

Finlandia berada di Grup B bersama Belgia, Rusia dan Denmark, komposisi yang cukup mendukung kesempatan itu. Denmark, yang berstatus salah satu tuan rumah, akan menjadi lawan pertama Finlandia dalam laga debut mereka di babak utama EURO pada 12 Juni nanti di Stadion Parken, Kopenhagen.

Pandev dan berkah proyek UEFA

Kelolosan Makedonia Utara ke babak utama EURO 2020 adalah perkawinan dari kegigihan dari seorang pesepak bola gaek bernama Goran Pandev yang berkawin mesra dengan berkah proyek UEFA.

UEFA Nations League bagi orang kebanyakan begitu lekat dengan aroma komersialisasi sepak bola oleh UEFA. Tapi pada waktu bersamaan, proyek itu menimbulkan kesempatan bagi negara-negara liliput seperti Makedonia Utara untuk mencetak tiket babak utama EURO 2020.

Makedonia Utara keluar sebagai juara Divisi D Grup 4 UEFA Nations League 2018/19 dan secara menyeluruh menempati peringkat kedua dari 16 tim yang berada di kasta keempat itu.

Kerja keras mereka di Grup G fase kualifikasi hanya berbuah 14 poin dan peringkat ketiga klasemen akhir, tapi penampilan di Nations League 2018/19 memastikan Makedonia Utara punya jalan lain yakni fase playoff Jalur D.

Melewati Kosovo pada semifinal lantas menundukkan Georgia 1-0 di final playoff kendati harus bertandang ke Stadion Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi, menjadi momentum bersejarah bagi Makedonia Utara.

Dan siapa lagi jika bukan Pandev yang menandai raihan bersejarah itu lewat golnya pada 12 November 2020 lalu, nyaris dua dekade sejak ia melakoni debutnya di timnas senior Makedonia.

Pandev adalah Makedonia Utara sebab ia memimpin rekor penampilan dengan 119 kali juga top skor sepanjang masa dengan 37 gol.

EURO 2020 sangat mungkin menjadi momen penuntasan karier Pandev yang akan genap berusia 38 tahun pada 27 Juli nanti.

Pandev mau tidak mau harus segera menyerahkan tongkat estafet timnas Makedonia Utara dan mereka punya satu nama yang sangat cocok yakni Eljif Elmas.

Gelandang Napoli itu merupakan pemain termuda saat Makedonia Utara mencetak sejarah penampilan perdana di babak utama EURO U-21 2017, dalam usia 17 tahun.

Kini berusia 21 tahun, Elmas tentu masih punya masa depan panjang sebagai ikon anyar Makedonia Utara dan selain bimbingan Pandev, ia butuh juga bantuan dari nama-nama yang lebih ajeg seperti bek Leeds United Ezgjan Alioski serta gelandang Levante Enis Bardhi.

Pandev dan para calon penerusnya akan menandai debut mereka di EURO 2020 dengan menghadapi Austria di Arena Nationala, Bucharest, Rumania, pada 13 Juni.

Makedonia juga akan menghadapi Ukraina serta Belanda di Grup C dan hasil positif apapun di EURO 2020 akan membuat mereka jadi tim kejutan utama sepanjang turnamen. (antara)