Binmas Baharkam Polri Tinjau Kampung Tangguh Lodaya di Tamansari

Binmas Baharkam Polri Tinjau Kampung Tangguh Lodaya di Tamansari
Foto: Ahmad Sayuti



INILAH, Bandung - Kabag Opsnalev Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Hendi Handoko mengimbau warga terus mematuhi protokol kesekatan (Prokes), dan tidak berkerumun. Jika ada kerumunan, aparat RT/RW harus membubarkannya. 

Hal itu diungkapkan Hendi saat melakukan monitoring Pmberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kampung Tangguh Lodaya, di RW 18, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Senin (7/6/2021). 

Dalam kegiatan tersebut, jenderal bintang satu tersebut didampingi Muspika Bandung Wetan dan Satgas setempat melihat fasilitas kesiagaan di Kampung Tangguh Lodaya, mulai dari tempat cuci tangan, lokasi isolasi mandiri hingga tempat pemulasaraan jenazah khusus Covid-19. 


"Kita ingin melihat pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah ini. Bagaimana pengetatat terhadap pelaksanaan protokol kesehatannya," katanya. 

Karena, lanjutnya, saat ini Pandemi Covid-19 kembali mengalami peningkatan. Untuk itu pihaknya ingin melihat langsung bagaimana penangana  dan pelaksanaan PPkM mikro di sini. 

"Jadi kita  bisa tahu bagaimana RT/RW di sini dalam penanganan Prokes sebagai langkah pencegahan atau mengurangi laju penyebaran Covid-19, " ujarnya. 

Setelah melakukan peninjauan, Dedi mengaku sangat terkesan dengan sistem penerapan Prokes di sini. Fasilitas penangannya sudah cukup bagus, dari mulai ruang isolasi hingga lokasi pemandiannya. 

"Kami berharap warga di sini betul-betul 
 mematuhi protokol kesehatan. Jangan mudah terpengaruh berita tidak jelas. Tapi bagaimana intinya kita menjaga  kesehatan agar tidak terpapar Covid-19 ini," tegasnya.

Disinggung kampung Lodaya ini bisa dijadikan percontohan, Dedi mengaku kemungkinan ke arah sana bisa saja. Namun, dirinya juga akan melihat dulu bagaimana hasilnya. Jika di sini l3bih bagus, mungkin cara yang diberlakukan di sini bisa diikuti daerah lain. 

Selain itu, dirinya meminta masyarakat tidak terfokus soal adanya pengawasan dari aparat atau tidak. Yang penting taati aturan pemerintah, taati prokes, jangan nunggu aparat turun mengawasi. Masyarakat harus sadar, sehingga tidak tertular Covid-19. (Ahmad Sayuti)