Crane Terguling di Proyek Double Track Bogor-Sukabumi, Ini Kata Saksi Mata Kejadian

Crane Terguling di Proyek Double Track Bogor-Sukabumi, Ini Kata Saksi Mata Kejadian
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Salah seorang warga RT 001, RW 009, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan bernama Alya (32) menceritakan kejadian tergulingnya crane di lokasi pembangunan double track atau rel ganda Bogor-Sukabumi, dekat Batutulis. 

Alya menuturkan, sebelum crane terguling kondisi di lokasi pembangunan diguyur hujan deras. Namun, crane tetap ditempat lokasi pengerjaan. Dalam kondisi hujan deras, crane tetap beroperasi untuk memasang rangka baja sebagai penopang rel. 

"Ya, tidak disangka, sebab kondisi saat itu hujan turun cukup deras. Awalnya aku kira cuma pengen uji coba angkat saja, tapi ternyata malah dilakukan pemasangan. Kan soalnya kondisinya cuaca sedang hujan deras," katanya di dekat lokasi kejadian, Senin (7/6/2021).


Dia melanjutkan, saat melakukan pengangkatan rangka baja tiba-tiba crane sedikit terperosok akibat kontur tanah di lokasi pembangunan labil setelah diguyur hujan.

"Ketika sudah diangkat, sepertinya rangka baja relnya itu berat. Jadi posisi crane sedikit maju dan tanah di bawah crane bergeser atau ambles. Karena itu, akhirnya baja yang diangkat terombang-ambing sampai membuat crane terperosok dan terguling," tuturnya.

Beruntung rangka baja yang diangkat crane tidak terombang-ambing dan terlempar ke rumahnya. 

"Karena posisinya saat itu rangka baja hampir kena rumah saya. Untung saja jatuhnya ke sungai di belakang rumah saya," terangnya.

Alya mengaku, dengan menyaksikan langsung kejadian tersebut, ia sempat shock. Sebab, crane jatuh ke sungai d rumahnya hanya berjarak tak kurang dari 10 meter saja.

"Aku melihat kejadian itu dari kamar. Hampir saja rumah dan kamar saya kena rangka baja itu. Sumpah saya shock banget waktu itu, sampai tidak bisa bergerak apa-apa. Untung saja jatuhnya ke sungai belakang rumah," ucapnya. (Rizki Mauludi)