Ya Ampun Ngeri! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Garut Cetak Rekor Lagi

Ya Ampun Ngeri! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Garut Cetak Rekor Lagi
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Hanya dalam rentang empat hari, Kabupaten Garut kembali memecahkan rekor tertinggi angka kematian harian akibat Covid-19 sebanyak 14 orang dengan penambahan kasus positif sebanyak 219 orang, Minggu (6/6/2021). 

Sebanyak sepuluh dari 14 pasien positif Covid-19 meninggal dunia itu dari kalangan usia 50 tahun ke atas, tepatnya antara 53 tahun sampai 76 tahun. Empat pasien lainnya berusia antara 18 tahun sampai 41 tahun. 

Angka harian kematian tertinggi akibat Covid-19 di Kabupaten Garut sebelumnya tercatat pada 2 Juni 2021 dengan jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 12 orang. 


Sebanyak 14 pasien positif Covid-19 meninggal dunia yakni perempuan (KC-10382) usia 64 tahun dan perempuan (KC-106685) usia 54 dari Kecamatan Bayongbong; perempuan (10537 A) usia 26 tahun dari Kecamatan Cilawu; laki-laki (KC-9658) usia 76 dan perempuan (KC-10738) usia 38 tahun dari Kecamatan Garut Kota; perempuan (KC-10773) usia 41 tahun dari Kecamatan Karangpawitan; perempuan (KC-10810) usia 53 dari Kecamatan Malangbong; perempuan (KC-10225) usia 55 tahun dari Kecamatan Pameungpeuk; perempuan (KC-10822) usia 64 tahun dari Kecamatan Pamulihan; perempuan (KC-10122) usia 57    tahun dari Kecamatan Samarang; laki-laki (KC-7640) usia 56 tahun dari Kecamatan Sukawening; laki-laki (KC-10845) usia 56 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler; perempuan (KC-10873) usia 18    tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul; serta perempuan (KC-10672) usia 54    tahun dari Kecamatan Wanaraja.

Dengan demikian, akumulasi pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Garut meningkat menjadi sebanyak 476 orang, atau sebanyak 479 orang versi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut tanpa keterangan identitas. Persentase kematian akibat Covid-19 di Garut pun meningkat menjadi sekitar 4,37 persen, atau 4,39 persen dari akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 10.893 orang.

Akumulasi pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri meningkat menjadi sebanyak 10.893 orang dengan adanya penambahan sebanyak 219 orang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, dari sebanyak 219 pasien positif Covid-19 itu sebanyak 90 orang di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR, dan 129 orang berdasarkan hasil pemeriksaan rapid tes antigen pada kasus kontak erat dan suspek.

Mereka terdiri 134 perempuan dan 85 laki-laki berusia antara satu hari sampai 83 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Kadungora (31), Tarogong Kidul (27), Tarogong Kaler (25), Leles (20), Karangpawitan (16), Cilawu (15), Garut Kota (11), Cisewu (10), Cisurupan (9), dan Kecamatan Banyuresmi (9).
Juga, Kecamatan Pameungpeuk (5), Pamulihan (5), Samarang (4), Cikajang (4), Selaawi (3), Cisompet (3), Bayongbong (3), Pakenjeng (3), Sukawening (3), Wanaraja (3), Leuwigoong (2), Balubur Limbangan (2), Sucinaraja (2), Malangbong (1), Pangatikan (1), Pasirwangi (1), dan Kecamatan Peundeuy (1). 

Sedangkan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 hanya bertambah sebanyak 46 orang. Sehingga akumulasi pasien sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 8.932 orang. Persentase pasien sembuh dari Covid-19 pun menurun menjadi sekitar 81,9 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai sekitar 83,2 persen. 

Kendati tak disebutkan rinciannya, tingkat keterisian ruang rawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Garut dengan penambahan sebanyak 219 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu pun dipastikan bertambah. 

"Pasien positif Covid-19 dalam perawatan rumah sakit saat ini mencapai sebanyak 380 orang, dan pasien positif isolasi mandiri sebanyak 1.102 orang," kata Muksin.(zainulmukhtar)