Peringati HJB, Komunitas Ini Ajari Generasi Muda Soal Aksara Sunda

Peringati HJB, Komunitas Ini Ajari Generasi Muda Soal Aksara Sunda
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539, Komunitas Sekolah Pulo Geulis Benghar berkolaborasi dengan Urban Sakola menggelar kegiatan bersama dengan mengajar anak-anak untuk mengingat kembali mengenai sejarah Kota Bogor dengan media melihat sebuah pluralisme di Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah akhir pekan lalu. Dalam kegiatan juga diperkenalkan aksara Sunda dan fotografi dasar kepada anak-anak disekitar Pulo Geulis dengan menggunakan handphone.
 
Salah seorang penyelenggara, Lazyra Hamid mengatakan anak-anak di sekitar Pulo Geulis memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan banyak bakat yang bisa dikembangkan. Belajar fotografi menggunakan handphone menjadi salah satu cara yang tepat dan digemari anak anak karena handphone menjadi perangkat yang dekat dengan anak-anak. 

"Untuk mengimbangi aktivitas anak-anak menggunakan handphone agar lebih positif, di sela-sela waktu luangnya mereka bisa belajar bercerita lewat visual dengan mengambil gambar, membuat satu cerita mengenai lingkungan sekitarnya," katanya kepada INILAH, Minggu (6/6/2021).
 
Wanita yang wakrab disapa Zyra itu melanjutkan, kegiatan lain dalam acara yang digelar yakni mengingat kembali sejarah mengenai Kota Bogor, dan juga aksara Sunda sebagai salah satu kebudayaan Kota Bogor. Secara historis lebih dari 16 abad yang lalu, kebudayaan Sunda memiliki kekayaan peninggalan kebudayaan berupa benda-benda bertulis, seperti prasasti, piagam, serta naskah kuno yang cukup banyak. Hal ini menunjukkan adanya kecakapan tradisi tulis-menulis di kalangan masyarakat Sunda. 

"Kenyataan tersebut sekaligus membuktikan adanya kesadaran yang tinggi dari para pendahulu masyarakat Sunda mengenai pentingnya penyampaian informasi hasil ketajaman wawasan, pikiran, dan perasaan mereka berupa gagasan atau ide-ide yang mereka rekam melalui sarana bahasa dan aksara pada setiap kurun waktu yang dilaluinya. Maka dari itu, penyampaian kembali aksara Sunda kepada anak-anak menjadi momentum untuk dapat mengingat sejarah lebih dekat," tambahnya.
 
Zyra menjelaskan, kegiatan ini dikemas dengan sangat praktis, banyak praktek langsung lapangan agar tidak membuat anak-anak jenuh dalam belajar sehingga menjadi lebih bersemangat. Dua komunitas ini mempunyak konsentrasi yang sama dalam bidang pendidikan, sehingga kolaborasi ini mampu memberikan dorongan untuk anak anak dapat nantinya terus kreatif.
 
"Sekolah Pulo Geulis Benghar ini pertama kali didirikan 2019 yang memang yang sedang fokus membuat buku mengenai keberagaman dan kerukunan orang-orang Tionghoa dengan masyarakat di Pulo Geulis, sebagai bentuk dari pengabdian untuk masyarakat. Saya memberikan edukasi secara sukarela dalam bentuk mengajar fotografi melalui handphone langsung di lapangan kepada anak-anak yang tinggal dekat Sungai Ciliwung dan di Kelenteng Pan Kho, agar kelak bisa bercerita banyak mengenai keberagaman dan mempelajari kearifan lokal wilayah tempat tinggalnya," jelas wanita cantik yang hobi fotografi itu.
 
Zyra juga mengatakan, untuk Urban Sakola merupakan kepanjangan dari Urang Bantu Sakola yang diambil dari Bahasa Sunda yang berarti mari bantu sekolah. 


"Komunitas sosial yang terbentuk pada 12 April 2014 ini bergerak dan peduli terhadap kemajuan pendidikan yang berbudaya di Indonesia, khususnya di wilayah Bogor. Mudah-mudahan kolaborasi kami bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi generasi muda Kota Bogor," pungkasnya. (Rizki Mauludi)