Ketua DPRD Ingin Aksara Sunda jadi Upaya Ungkit Pemulihan Ekonomi

Ketua DPRD Ingin Aksara Sunda jadi Upaya Ungkit Pemulihan Ekonomi
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor- Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto ingin  aksara dan bahasa sunda menjadi bagian dalam pembangunan daerah. 

Menurut politisi Partai Gerindra ini, jika ditempatkan secara proporsional produk  kearifan lokal dapat menjadi daya ungkit berbagai program pemerintah dalam upaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid 19.

"Aksara dan bahasa Sunda memiliki estetika baik secara visual maupun vokal. Jadi, nantinya bisa dikombinasikan antara aksara dan Bahasa Sunda, bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang ingin mempromosikan sport city and tourism di Bumi Tegar Beriman," ucap Rudy kepada wartawan, Minggu, (6/6).


Pria asli Surakarya ini menambahkan bahwa menampilkan kekayaan budaya lokal juga akan membangkitkan kebanggaan warga Kabupaten Bogor akan jati diri. Kata Rudy keluhuran nilai budaya Sunda sangat relevan untuk diterapkan di era globalisasi saat ini. 

"Masyarakat Kabupaten Bogor  harus bangga terhadap kebudayaannya sendiri di tengah pergaulan internasional," tambahnya.

Sebagai langkah awal, tutur Rudy aksara Sunda dalam narasi petuah bijak dengan kaidah desain grafis mulai dipamerkan di Loby utama Gedung DPRD. 

Selain sebagai produk seni komunikasi visual, aksara Sunda juga menjadi media pengingat bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di tatar Sunda. 

"Kami sudah mulai menggunakan aksara Sunda di lobby DPRD, dengan memampang foto-foto kesenian Sunda yang bertuliskan aksara Sunda, itu sebagai  penyadaran pemula terhadap kebanggaan akan kebudayaan Sunda," tutur Rudy.

Selain di Loby utama DPRD, lanjutnya, ia juga akan meminta ke Sekretariat DPRD untuk menambahkan aksara Sunda di plang nama DPRD dan plang nama ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor. 

"Kami juga akan mendorong juga untuk dinas-dinas agar mempopulerkan aksara Sunda di setiap kantornya, nama jalan dan ruang publik lainnya. mudah-mudahan ke depannya Kabupaten Bogor menjadi daerah yang  membangun wilayah dan masyarakatnya dengan kearifan lokal," lanjutnya. (Reza Zurifwan)