Sudah Kesal! Imron Kantongi Nama-nama Pejabat Culas di Kabupaten Cirebon

Sudah Kesal! Imron Kantongi Nama-nama Pejabat Culas di Kabupaten Cirebon
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Maman Suharman)



INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron mengaku, sudah mengantongi nama nama oknum pejabat Pemkab Cirebon yang culas. Hal itu berkaitan dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat, terkait sikapnya selama ini yang dianggap diam.

Imron mengaku kesan diam selama ini, merupakan upaya untuk melihat seberapa jauh kinerja pejabat selama ini.

"Pimpinan itu mempunyai gaya dan cara sendiri dalam menyikapi berbagai macam persoalan. Saya sengaja diam, karena untuk melihat seberapa jauh kinerja dan kualitas serta loyalitas mereka dalam bekerja," ungkap Imron, Minggu (5/6/2021).


Selama dua tahun lebih menjadi Bupati, dirinya paham betul mana yang kinerjanya bagus, dan mana yang kerjanya hanya istilah Asal Bapak Senang (ABS). Imron menilai, justru dengan sikap diam nya selama ini, akhirnya banyak pejabat yang terjebak bahkan menganggap dirinya bodoh. Disinilah Imron mulai paham dan menemukan nama nama pejabat yang dinilai tidak konsisten dalam melaksanakan tugasnya.

"Banyak eselon II yang menilai saya ini tidak mengerti apa-apa. Mungkin karena saya bekas kepala Kemenag, jadi banyak yang menilai saya ini bodoh dalam mengurusi pemerintahan. Tapi, akhirnya saya sudah tahu siapa saja mereka. Wong terbukti ko, kinerjanya mereka juga tidak memuaskan," jelas Imron.

Imron juga semakin yakin, selama ini masih ada saja oknum pejabat yang selalu mementingkan kepentingan pribadi. Justru hal itu terlihat ketika ada beberapa pejabat yang mengaku menempati dinas yang "kering". Namun ketika akan dipindah, malah merengek dan minta bertahan. Ada juga, pejabat yang sudah lama menempati SKPD yang dianggap basah, namun ketika dipindah seakan tidak rela.

"Intinya banyak oknum pejabat yang seolah olah ingin selamanya menempati OPD yang dianggap lahan basah. Ini kan tidak jauh dari persoalan uang. Buktinya, ada oknum pejabat anak buah saya, yang teriak ketika dipindah ke OPD yang dia anggap kering," jelas Imron.

Imron mengaku, dengan adanya covid-19, imbasnya sangat luar biasa untuk pembangunan Kabupaten Cirebon. Anggaran yang sudah disiapkan, harus hilang karena ada refocusing. Belum lagi banyak proyek strategis yang saat ini masih terbengkalai. Untuk itu, dirinya menekankan, supaya setiap OPD membuat program yang jelas, terlebih untuk program skala prioritas.

"Kemarin mutasi juga mendapat kritikan keras kan dari pihak dewan. 
Kami ini sedang menata manajemen birokrasi. Saya harap kedepan, eksekutif dan legislatif bisa sejalan. Mari duduk bersama dalam menyelesaikan persoalan Kabupaten Cirebon," terangnya.

Imron kembali menekankan, supaya ASN Pemkab Cirebon tidak bertingkah macam-macam. Apalagi, setingkat eselon II yang punya kewenangan mengelola anggaran. Dengan kondisi seperti ini, Bupati meminta untuk hati-hati mengelola anggaran, apalagi yang berhubungan dengan proyek.

"Saya diam bukan berarti saya tidak tahu dengan kinerja anak buah saya. Dan kembali saya ingatkan, saya sudah kantongi nama nama oknum pejabat yang culas dan tidak amanah dalam menjalankan tugasnya," tukas Imron. (maman suharman)