Kolaborasi Pupuk Kujang-Pemkab Bandung Selamatkan Sungai Citarum

Kolaborasi Pupuk Kujang-Pemkab Bandung Selamatkan Sungai Citarum
istimewa



INILAH, Bandung - PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT Pupuk Indonesia Pangan melakukan kerja sama dengan Pemkab Bandung tentang program Sistem Bertani dengan Agrosolution (Sisbedas). Melalui program itu, Pupuk Kujang akan memberikan pendampingan dari hulu ke hilir secara menyeluruh termasuk soal kesediaan pupuk yang berkualitas.

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi mengatakan, salah satu yang menjadi fokus kerja sama yakni di bidang energi terbarukan. Rencananya, Pupuk Kujang akan ikut berkontribusi menanggulangi limbah kotoran ternak yang disinyalir ikut mencemari sungan dan daerah aliran sungai (DAS) Citarum di wilayah Kabupaten Bandung.

Melalui sinergi positif itu, sebuah program dirancang untuk menanggulangi limbah kotoran ternak. Rencananya, sejumlah peternak sapi di Bandung Selatan akan dibimbing untuk menanggulangi dan memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi bahan baku pupuk organik. Sehingga kotoran sapi memiliki nilai tambah. 


“Kotoran sapi dari peternak rencananya akan kita serap sebagai bahan baku pupuk organik. Sehingga tidak lagi mencemari sungai, namun bisa bernilai tambah,” kata Maryadi dalam rilis yang diterima, Jumat (4/6/2021).

Sebagai bentuk dukungan, Pupuk Kujang melalui program Kujang Citarum Harum bakal memberikan bantuan berupa alat pencacah pupuk organik (APPO) kepada sejumlah peternak sapi di kawasan Bandung Selatan. Dengan alat tersebut, diharapkan memudahkan peternak mengolah kotoran hewan.

“Program ini jadi salah satu upaya perusahaan berkontribusi di bidang penyelamatan lingkungan. Mudah-mudahan program ini bisa menanggulangi limbah kotoran ternak di sungai dan membuat sungai lebih sehat, dan tidak ada energi yang terbuang percuma,” ujarnya.

Selain menyerap kotoran sapi dari peternak, Pupuk Kujang bakal memberikan bimbingan teknis kepada peternak untuk menanam jagung. Tujuannya, supaya peternak tidak kesulitan menyediakan pakan sapi mereka. Dengan pendampingan itu, diharapkan peternak bisa memenuhi kebutuhan pangan sapi karena jagung silase dikenal baik sebagai pakan sapi.

Maryadi menuturkan, Pupuk Kujang sebagai produsen pupuk memiliki posisi strategis. Tak hanya menyokong sektor pertanian, dia mengaku pihaknya pun bisa menghidupi industri pengolahan bahkan sektor peternakan. 

“Melalui program ini, kita usahakan membuat pupuk sambil menyelamatkan lingkungan,” ujar Maryadi.

Selain tentang ketersediaan pupuk, nota kesepahaman yang ditandatangani itu meliputi pendampingan dari agronom-agronom andal Pupuk Kujang kepada petani di Kabupaten Bandung. Dia menuturkan melalui nota kesepahaman yang ditandatangi Rabu (2/6/2021) itu pihaknya akan mendampingi petani Kabupaten Bandung secara off-farm dan on-farm.

Ssedangkan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Pangan Budiono menuturkan pendampingan juga meliputi aspek pasca panen dan pemasaran. Pihaknya akan menjadi offtaker atau penjamin pembelian hasil tani. 

“Tujuannya, supaya petani dimudahkan saat memasarkan hasil panen,” kata Budiono. 

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan agar kerja sama itu berjalan dengan baik pihaknya akan membenahi pembuatan kartu tani bagi petani di Kabupaten Bandung. Tujuannya, agar penyaluran pupuk bersubsidi itu relatif tepat sasaran. 

“Kita akan membenahi kartu tani supaya penyaluran pupuk subsidi. Kita upayakan ada 43 ribu kartu tani supaya petani di Kabupaten Bandung masuk e-RDKK(elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok) dan mendapat kuota pupuk bersubsidi,” ujar Dadang.

e-RDKK merupakan sistem pendataan bagi petani yang berhak mendapat kuota pupuk bersubsidi. Untuk mendapat pupuk bersubsidi tersebut, petani juga harus memegang kartu tani dan terdaftar dalam e-RDKK. Hal itu bertujuan supaya subsidi pemerintah tepat sasaran dan menjangkau petani yang membutuhkan. (*)