Kabupaten Cirebon Jadi Bagian Kerja Sama Korsel-Indonesia

Kabupaten Cirebon Jadi Bagian Kerja Sama Korsel-Indonesia
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon Imron mengaku, kini Kabupaten Cirebon menjadi bagian dari kerja sama antara Korea Institute of Ocean Science and Technology dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Jalinan kerja sama itu dalam bidang penelitian serta pengembangan kelautan.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut Kementerian Samudera dan Perikanan Republik Korea Selatan dan Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi RI yang mendirikan Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) pada 2018. 

Imron menyambut baik adanya kerja sama tersebut. Alasannya, Kabupaten Cirebon memiliki 77 kilometer lebih garis pantai. Namun, sampai saat ini dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat.


"Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat bisa memanfaatkan fungsi laut, dan Kabupaten Cirebon tambah maju," kata Imron, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, kerja sama riset teknologi kelautan dan perikanan sudah berjalan dengan sangat baik antar Indonesia dan Korsel melalui lembaga riset bersama MTCRC. Beberapa program di antaranya mulai dari program OCEAN ODA di Cirebon, survei dasar laut untuk Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali, sampai membantu survei laut untuk mencari Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu.

"Salah satunya pemanfaatan satelit yang dimiliki Republik Korea yang akan diusulkan dalam proyek ODA pada tahun mendatang. Kerjasama ini tidak akan berhenti sampai disini saja, tapi akan ditingkatkan," ungkapnya.

Berbagai alat untuk melakukan riset teknologi kelautan lanjut Imron, nantinya akan dikelola ITB. Beberapa peralatannya, yaitu mobil operasional Hyundai H-1 dan H-100, fixed wing Drone, Rotary Wing Drone, RTK GNSS-Leica GS18 T. 

Ada juga multibeam echo sounder kongsberg geoswath 4R, sub bottom profiler kongsberg geopulse compact, single beam echo sounder kongsberg EA440, instrumen pengukuran parameter oseanografi, grab sampler, Kapal Survei dan Riset ARA, high performance server, plotter, dan komputer untuk sarana pelatihan.

"Semua ini dapat terlaksana dengan perantaraan MTCRC sebagai lembaga riset kolaborasi antarnegara,” tukas Imron. (Maman Suharman)