Bupati  Bandung Ajak Pengusaha Bantu Revitalisasi Sungai

Bupati  Bandung Ajak Pengusaha Bantu Revitalisasi Sungai
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah). (Dani R Nugraha)



INILAH,Bandung- Dalam upaya menyelesaikan revitalisasi anak-anak Sungai Citarum, sebagai salah satu prioritas dalam program 99 hari kerjanya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajak para pengusaha untuk ikut berkontribusi.

"Saya mengajak seluruh pengusaha yang berada di wilayah Rancaekek untuk ikut membantu. JIka ada perusahaan yang membantu Alhamdulillah, berarti ada kepedulian. Jika ada perusahaan yang tidak berkontribusi, saya sebagai bupati akan mengambil langkah-langkah. Di antaranya, berapa Corporate Social Responsibility (CSR) yang setiap tahun diberikan untuk Kabupaten Bandung," kata Dadang di sela kunjungannya ke Kantor Kecamatan Rancaekek, Kamis (3/6/2021).

Rencana revitalisasi anak sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), kata Dadang, kurang lebih sepanjang 10 kilometer.  Hal ini harus dilakukan agar kejadian di Sungai Cisunggalah tidak terulang kembali.


Akibat tanggul jebol yang tidak bisa menahan debit air, kata Dadang, sungai yang berada di kawasan Kecamatan Solokanjeruk itu meluap, menyebabkan banjir bandang menerjang pemukiman. Sebanyak 300 KK terdampak dan 49 rumah mengalami rusak berat.

"Ini pernah kejadian tempo hari di Kecamatan Kertasari. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa kewenangan wilayah sungai ada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun tidak semua sungai bisa dikendalikan BBWS. Kalau itu dibiarkan lama, masyarakat tetap akan mengembalikan ke pemerintah daerah," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Dadang akhirnya mencari langkah untuk memanfaatkan anggaran yang ada.

"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita eksisting, sudah berjalan tahun 2021 ini. Sehingga belum bisa mengutak atik anggaran yang sifatnya berlebihan. Untuk revitalisasi 10 km anak sungai, kita sudah anggarkan 1,1 miliar, sementara jumlah kebutuhan total kurang lebih sekitar 7 sampai 10 miliar," katanya.

Jajarannya telah menganalisa, hasil rembugan dengan BBWS, bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan apabila menjadi kewenangan BBWS maka harus ada berita acara.

"Kita harus rapat dulu dengan BBWS, sehingga tidak akan disalahkan di kemudian hari. Niat baik kita untuk membantu masyarakat, jangan sampai menyalahi aturan," ujarnya.

Dadang juga menyampaikan kepada para pengusaha, bahwa ia bekerja untuk kemaslahatan umat. Ia berharap para pengusaha akan memberikan bantuan secara sukarela dan tanpa paksaan.

"Alhamdulillah di sini hadir para pengusaha Rancaekek, saya sangat apresiasi, dari jumlah total sekitar 46 pengusaha, yang hadir hampir setengahnya ini luar biasa. Pada dasarnya para pengusaha juga respon melakukan kegiatan normalisasi sungai dengan sistem swakelola atau swadaya. Tentu nanti akan kita tindaklanjuti dengan regulasi-regulasi yang lebih bermanfaat untuk masyarakat," katanya.

Berapapun nanti nilai yang terkumpul, Dadang berjanji akan mempublikasikan bantuan normalisasi dari para pengusaha tersebut.

"Berapa yang terkumpul, berapa yang dihabiskan untuk pelaksanaannya, kita akan publikasikan. Semua akan transparan. Mudah-mudahan dana tersebut nantinya bisa membantu menyelesaikan permasalahan banjir di Kabupaten Bandung. Yuk urang sasarengan ngawangun Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah Rancaekek," ujarnya.(rd dani r nugraha)