Miris! Lagi-lagi Garut Pecahkan Rekor Tertinggi Kematian Covid-19

Miris! Lagi-lagi Garut Pecahkan Rekor Tertinggi Kematian Covid-19
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Selama tiga hari berturut-turut, volume harian kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut terus memecahkan rekor tertinggi. 

Setelah sebelumnya rekor tertinggi kematian akibat Covid-19 di Garut mencapai sebanyak delapan orang, dan sembilan orang, kini volume harian kematian akibat Covid-19 mencapai rekor tertinggi sebanyak 12 orang, Kamis (3/6/2021).

Mereka terdiri sembilan perempuan dan tiga laki-laki berusia antara 22 tahun sampai 78 tahun dari sembilan kecamatan. Sebanyak sembilan di antara mereka berusia 50 tahun ke atas.


Selengkapnya ke-12 pasien positif meninggal dunia tersebut yakni laki-laki (KC-9644) berusia 39 tahun asal Kecamatan Bungbulang, perempuan (KC-9516) usia 78 tahun dari Karangpawitan, laki-laki (Kc-10299) usia 57 tahun dari Kecamatan Karangpawitan, perempuan (KC-10322) usia 22 tahun asal Kecamatan Leles, laki-laki (KC-10325) usia 62 asal Kecamatan Pakenjeng, dan laki-laki (KC-10326) usia 54 tahun dari Kecamatan Pameungpeuk. 
Juga, perempuan (KC-10118 A) usia 67 tahun dari Kecamatan Peundeuy, perempuan (KC-10132) asal Tarogong Kaler, perempuan (KC-10238) usia 53 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, perempuan (KC-10355) usia 73 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan (KC-10022 A) 52 tahun dari Kecamatan Wanaraja, dan perempuan (KC-10370 A) usia 41 asal Kecamatan Wanaraja.

Dengan begitu, dalam tiga hari terakhir secara berturut-turut, pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Garut bertambah sebanyak 29 orang dari 16 kecamatan. Sebanyak 25 orang di antaranya berusia 50 tahun ke atas, tepatnya antara 52 tahun sampai 84 tahun. Sebanyak empat orang lainnya berusia antara 19 tahun sampai 41 tahun.

Akumulasi pasien positif Covid-19 meninggal dunia pun bertambah signifikan menjadi sebanyak 453 orang, atau sekitar 4,4 persen, tepatnya 4,368 persen dari total jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 10.369 orang. 

Dari sebanyak 39 kecamatan terdapat kasus kematian akibat Covid-19 di Garut, sebanyak 17 kecamatan di antaranya memiliki jumlah kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak sepuluh kasus ke atas. Sebanyak tujuh kecamatan memiliki jumlah kasus kematian akibat Covid-19 antara 20 kasus hingga 50 kasus.  

Akumulasi pasien positif Covid-19 sendiri meningkat menjadi sebanyak 10.369 orang dengan adanya penambahan volume harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 119 orang. Mereka terdiri 68 perempuan dan 51 laki-laki berusia antara empat tahun sampai 83 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Karangpawitan (20), Tarogong Kaler (18), Tarogong Kidul (13), Leles (8), Cilawu (8), Cisewu (7), Bayongbong (7), Garut Kota (6), Banyuresmi (5), Kadungora (4), Pameungpeuk (4), Pangatikan (3), Wanaraja (3), Pasirwangi (2), Samarang (2), Cisompet (2), Pakenjeng (2), Banjarwangi (1), Cibiuk (1), Cikajang (1), Cikelet (1), dan Kecamatan Mekarmukti (1). 

Keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, penambahan sebanyak 178 pasien positif Covid-19 itu diperoleh dari hasil pemeriksaan RT PCR sebanyak 50 orang, serta rapid tes antigen pada kontak erat dan suspek sebanyak 69 orang. 

Dilaporkan pula terdapat penambahan sebanyak 178 pasien positif selesai pemantauan isolasinya. Sehingga akumulasi pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 8.863 orang, atau sekitar 85,47 persen.

"Ada sebanyak 402 pasien positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 648 pasien positif isolasi mandiri," kata Muksin.(zainulmukhtar)