Mobilitas Masyarakat Pengaruhi Optimisme Publik Terkait Pertumbuhan Saat Pandemi

Mobilitas Masyarakat Pengaruhi Optimisme Publik Terkait Pertumbuhan Saat Pandemi
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Riset terkini PT Lifepal Technologies Indonesia (Lifepal) menemukan, optimisme warga terkait perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19 ternyata dipengaruhi mobilitas masyarakat.

Perencana Keuangan dan Financial Educator Lifepal Riset Aulia Akbar mengatakan, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan penguatan optimisme konsumen yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode Januari hingga April 2021 makin meningkat. Itu diakuinya terjadi seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Menurutnya, dari data Laporan Mobilitas Masyarakat selama pandemi Covid-19 yang dirilis Google itu Lifepal mencatat mobilitas warga di tempat belanja, toko bahan makanan, dan apotek, terhitung dari awal Januari 2021 hingga 27 Mei 2021 berangsur-angsur naik.


"Tren mobilitas untuk tempat-tempat seperti taman nasional, pantai umum, dermaga, taman hewan peliharaan, dan taman umum lainnya juga mengalami kenaikan mulai dari 9 Mei 2021 hingga saat ini. Adapun tren pergerakan yang masih menurun antara lain adalah pusat transportasi umum maupun tempat kerja. Tentu saja hal itu disebabkan karena masih banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan WFH," kata Aulia, Kamis (3/6/2021).

Seiring dengan meningkatnya mobilitas warga di pusat perbelanjaan, maka indeks keyakinan konsumen (IKK) pun cenderung mengalami peningkatan sejak Januari hingga April 2021. Adapun kenaikan IKK dalam rentang waktu 4 bulan di 2021 adalah 16,1 basis poin.

"Namun, belum diketahui bagaimana IKK di bulan Mei, apakah naik lebih tinggi atau malah justru turun. Pasalnya, sejak pertengahan Mei, tepatnya mulai tanggal 19, tercatat kenaikan jumlah kasus penderita Covid-19. Padahal, sebelumnya sempat terjadi penurunan jumlah kasus yang signifikan," ujarnya.

Aulia menjelaskan, peningkatan mobilitas warga tentu akan merangsang peningkatan IKK. Namun, kenaikan mobilitas juga berpotensi memperluas penyebaran Covid-19. Terlihat jelas dari grafik kasus baru Covid-19 yang didapat dari situs Our World in Data, jumlah kasus baru sejatinya sempat menurun di awal Februari hingga 18 Mei 2021. Namun sayangnya, terjadi kenaikan penambahan kasus baru Covid-19 memasuki 19 Mei 2021 hingga saat ini.

Di satu sisi, kata dia, kenaikan IKK mungkin menjadi sinyal yang baik karena hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konsumsi dan juga investasi. Akan tetapi, peningkatan jumlah kasus Corona juga bisa menimbulkan masalah baru di masa yang akan datang. 

"Apabila kasus makin memuncak dan pemerintah bukan tidak mungkin aktivitas warga kembali dibatasi, maka hal ini berpotensi kembali menurunkan konsumsi dan menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku usaha yang akhirnya juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya. (Doni Ramdhani)