Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Garut Kembali Gelar Operasi Prokes

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Garut Kembali Gelar Operasi Prokes
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Melonjaknya kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir ini membuat Pemkab Garut kembali giat menggelar operasi penegakan disiplin protokol kesehatan ke berbagai tempat.

Kegiatan dilakukan jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Garut itu diawali Apel Kesiapsiagaan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut yang dilaksanakan kali kesekian di Lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (2/6/2021) pagi WIB.

Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Garut yang juga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut Bambang Hafid mengatakan, ada beberapa titik sasaran operasi penegakkan disiplin prokes. Antara lain pemakaian masker dan disiplin di jalan raya, pusat-pusat keramaian, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pasar modern, dan tempat-tempat tujuan wisata.


Tim diterjunkan merupakan gabungan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. 

Ditegaskan, operasi penegakan disiplin prokes akan dilakukan siang maupun malam hari. Terutama tempat kuliner.

Bambang mengimbau masyarakat agar memiliki kesadaran dalam melaksanakan prokes dan disiplin dengan melakukan pembatasan aktivitas agar penyebaran Covid-19 tidak kembali meningkat. 

"Saya kira salah satu yang bisa mencegah adalah disiplin masyarakat. Bukan hanya oleh penegakkan disiplin oleh aparat. Yang paling berperan paling utama adalah kesadaran masyarakat dalam penegakkan disiplin," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Garut yang juga Sekretaris Daerah Garut Nurdin Yana mengatakan, dua hal menjadi perhatian Pemkab Garut berkaitan penanganan Covid-19. Yakni melakukan penegakan disiplin prokes, dan memberikan edukasi kepada masyarakat berkaitan pembatasan kegiatan mereka.

Kepada jajaran Satgas Covid-19, Nurdin juga berpesan agar berhati-hati dalam melaksanakan penerapan penegakan disiplin prokes. Hal itu agar mereka tidak terpapar Covid-19 saat berada di lingkungan masyarakat.

"Jangan sampai kita akan melaksanakan treatment ini. Kemudian malah sebaliknya, kita yang kena (Covid-19). Oleh sebab itu, hati-hati lakukan bentuk-bentuk penetapan prokes ini untuk diri kita sendiri, dan juga untuk masyarakat.

Sehingga mereka bisa terayomi oleh kita. Tetapi sekali lagi, tidak kontrapoduktif. Kita malah sebaliknya terpapar Covid. Itu jangan sampai terjadi pada kita semua !" ingatnya.

Akumulasi kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri berdasarkan data Satgas Covid-19 Garut hingga per 1 Juni 2021 mencapai sebanyak 10.165 kasus dengan sebanyak 432 orang (4,25 persen) di antaranya meninggal dunia. Mereka yang dinyatakan sembuh mencapai sebanyak 8.606 orang (84,6 persen). Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri mencapai sebanyak 761 orang, dan pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit mencapai sebanyak 363 orang.(zainulmukhtar)