Kasus Positif Covid di Garut Terus Naik, Kok BOR Masih 45%?

Kasus Positif Covid di Garut Terus Naik, Kok BOR Masih 45%?
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Kendati pasien terkofirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus meningkat, tingkat keterisian tempat tidur (BOR/bed occupancy rate) rumah sakit rujukan Covid-19 di Garut saat ini masih di angka 47 persen.

"Untuk rumah sakit memang kita sekarang ada 450 tempat tidur. Ya rumah sakit pemerintah maupun swasta. Nah, dari 450 ini sekarang BOR-nya itu 47 persen. Jadi, ketika kami kemarin mendapatkan laporan, memang ada salah input. Bed yang dilaporkan itu untuk rumah sakit umum hanya 60. Padahal kita ada 150 gitu. Nah, sekarang jadi 200 yang rumah sakit umum itu," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, secara keseluruhan Kabupaten Garut memiliki 450 tempat tidur. Sebanyak 450 tempat tidur di antaranya ada di RSU dr Slamet Garut. Sehingga BOR-nya masih cukup karena berada di bawah 70 persen. 


Namun begitu, lanjutnya, pihaknya terus berupaya agar pasien terpapar Covid-19 tidak meningkat lagi sehingga dapat membuat daya tampung rumah sakit menjadi tak memadai. Protokol kesehatan pun diperketat lagi. Termasuk tidak diperbolehkannya pembelajaran tatap muka di sekolah selama dua minggu ke depan. Tempat-tempat wisata, dan acara resepsi maksimal pengunjung hanya 25 persen.

Kalau terjadi pelanggaran maka akan langsung dikenai penutupan.
Akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Garut sendiri hingga per 31 Mei 2021 tercatat mencapai sebanyak 10.025 orang dengan 424 kematian. Sebanyak 360 orang di antaranya masih dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 670 orang isolasi mandiri.(zainulmukhtar)